583536012

PALI, HS – Sedianya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan menggelar turnamen tinju pantai pertama di dunia pada tanggal 8 Oktober 2016 mendatang.

Namun terbatasnya waktu persiapan, membuat turnamen yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten PALI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) ini gagal digelar.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Panitia River Beach Boxing, Junaidi Anwar,SE MSi ketika dihubungi , Jumat (16/9).

Menurut Junaidi, pada awalnya Pemkab PALI dan Kemenpora RI telah berkomitmen untuk membagi kepanitiaan menjadi dua, yakni panitia daerah dan panitia pusat. Namun, pada rapat terakhir kepanitian persiapan diserahkan sepenuhnya ke Kabupaten PALI.

“Pada awalnya, ketika rapat pada tanggal 2 September antara pemkab PALI yang diwakili KONI Kabupaten PALI, Disporapar Kabupaten PALI dan saya mewakili kepanitiaan dengan pihak kemenpora RI telah sepakat bahwa persiapan itu terbagi atas dua panitia yaitu panitia daerah dan panitia pusat, namun pada rapat 5 September diubah menjadi seluruh persiapan diserahkan ke panitia daerah. Sedangkan mereka hanya mendatangkan atlet saja,” beber Junaidi.

Atas itulah, pemkab PALI setelah berkonsultasi dengan Bupati PALI, H Heri Amalindo menunda turnamen yang pertama kali digelar di dunia itu.

“Padahal kita sudah memilih Event Organizer (EO) nya untuk pertandingan nanti,” sambungnya.

Pemkab PALI tidak ingin gegabah dalam mempersiapkan turnamen, apalagi kalau sampai mendatangkan Pak Joko Widodo.

“Kita tidak ingin gegabah, kalau memang demikian kita tunda dulu, karena kita hanya diberikan waktu satu bulan. Andai kepanitiaan tetap pada komitmen awal, panitia daerah dan panitia pusat, kita tetap optimis gelaran tinju pantai bisa digelar di Bumi Serepat Serasan,” tandasnya.

Disinggung soal permasalahan dana, Junaidi membantah dan mengatakan pihaknya telah menyiapkan hal tersebut.

“Tertundanya turnamen tinju pantai itu hanya soal persiapan waktu yang cukup singkat. Kalau soal dana dan lain hal itu sudah kita siapi semua. Termasuk ring pun sudah kita pesan dari Palembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony dalam suatu kesempatan mengakui jika turnamen tinju pantai ditunda.

“Yang bisa saya sampaikan masalah ini adalah gelaran tinju pantai ditunda untuk selebihnya tanya ketua panitia atau sekretaris panitia,” ucap Wabup.

Diakui Wabup, bahwa ditundanya gelaran beach boxing bukan soal biaya.

“Anggaran totalnya berkisar Rp 9 miliar, sumbernya selain dari kementerian olahraga juga dari kita sebagai tuan rumah, ada nominal yang sudah kita persiapkan melalui APBD, kalau tidak salah sekitar Rp 4 miliar,” imbuhnya.

Menurutnya hanya persoalan waktu saja karena Pemerintah Kabupaten PALI menginginkan pada saat gelaran tinju pantai, orang nomor satu di negeri ini bisa datang ke PALI.

“Kita punya waktu satu bulan untuk mempersiapkan semuanya, itu akan dievaluasi kembali. Karena kita berharap pak presiden Jokowi bisa datang. Jangan sampai pada saat sudah berjalan, kesiapannya belum maksimal. Intinya masalah waktu saja,” tutupnya. (MAN)