PALEMBANG,HS – Sejak Pengelolaan Panti Kembali Ke provinsi sumsel yang berdasarkan UU No23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,

Pasca wewenang jatuh ke provinsi ternyata hingga sekarang ini sudah cukup banyak penghuni panti yang meninggal.

Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Belman Karmuda mengatakan, pasca pelimpahan wewenang, beberapa panti yang sebelumnya menjadi wewenang kabupaten kota pindah ke provinsi. Namun pihaknya hanya sebagai pengelolah panti dan tidak melakukan penjaringan.

“Ya, yang melakukan penjaringan tetap jadi kewenangan dinsos kabupaten kota,” katanya Belman Senin (14/8/2017),

Lanjutnya, hasil penjaringan tersebut dikembalikan ke panti. Tapi sebelum dilimpahkan ke provinsi, para penghuni panti tersebut ditempatkan terlebih dahulu ke panti milik pemprov yang berada di KM7. Setelah dilakukan pendataan baru disebar ke panti-panti sesuai dengan kebutuhan.

Dia juga mengatakan, sejak dilimpahkan cukup banyak para gepeng dan gelandangan yang masuk ke panti. Per minggu itu ada 30  hingga 50 orang. Total per Juli lalu saja sudah ada sekitar 300 penghuni panti di setiap panti. Tapi jumlahnya sangat dinamis. Artinya, ada yang datang ada pula yang keluar. Bahkan, ada pula penghuni yang diantarkan ke daerah asalnya.

“Ya, kalau ada ketemu orang terlantar dan ada alamat lengkap, maka akan diantarkan,” pungkasnya

Hanya saja, masih katanya, setiap minggu pasti ada laporan yang meninggal. Penyebabnya karena sakit dan juga karena umurnya karena sudah lanjut usia. Bahkan, pernah Panti Gelandangan Orang Terlantar (PGOT) di Kenten Laut  saja sehari itu ada 10 orang yang meninggal. Padahal, pihaknya telah memenuhi standar dan kebutuhan para penghuni panti seperti makanan 3 kali sehari, pengobatan hingga sarana dan prasara lainnya.

Lanjut brlman, Tapi memang, terkadang fasilitas yang disediakan seperti tempat tidur dibuatkan, tapi dihancurkan. Begitu pun pakaian lalu air bersih.

“Pernah kami sedia kasur dari kapuk ternyata dibakar, makanya kami serba salah memberikan fasilitas sebab sering dirusak,” urainya

Ia juga mengakui, untuk para penghuni panti yang meninggal diberikan bantuan  untuk biaya penguburan dan biaya lainnya.  Hanya saja, diakuinya terbatasnya anggaran membuat pengelolahan dan pemberian bantuan terhadap penghuni panti jadi terbatas.

“Anggaran yang tersedia hanya cukup 10 bulan sedangkan penghuni panti ini cukup banyak, untuk itu kami hanya memaksimalkan dana yang ada untuk operasional panti,” tegasnya (MDN)