PALEMBANG,HS — Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 4, Dodi-Giri mengklaim suara mereka unggul di 11 kabupaten/kota di Sumsel dalam pemilihan gubernur Sumsel 2018 yang digelar pada, Rabu (27/6/2018).

Menurutnya, boleh saja dalam hasil hitung cepat paslon Dodi-Giri kalah tipis dari pasangan HD-MY. Namun, pihaknya meminta kepada masyarakat jangan langsung mempercayai dan mengajak untuk menunggu hasil resmi real count dari KPU Sumsel.

“Oleh karena itu kita pastikan tahapan penghitugan suara harus mengacu pada perundang-undangan berlaku yakni KPU Sumsel,” ujarnya Kamis (28/6/2018).

Dodi-Giri mengklaim, menurut data C1 yang dikumpulkan pihaknya dilapangan pihaknya unggul lebih dari separuh daerah se Sumsel atau tepatnya 11 kabupaten/kota. Hasil tersebut pun diprediksi masih bisa bertambah,  sebab penilaian tersebut baru sampai 75 persen.

“Data c1 kita unggul,  tapi belum mau membeberkan karena data kita belum 100 persen. Kalau memang hasilnya valid dari KPU kita kalah kita terima,” tegas presiden SFC ini.

Sementara itu Giri Ramadan mengaku hasil dari hitung cepat tidak dapat menjadi acuan resmi. Sebab,  antar lembaga itu memiliki metode,  timing  dan validitas masing-masing. Terlebih,  selisih antara pasangan HD-MY masih sangat tipis yakni 3 persen.

Dengan demikian, mantan ketua DRPD Sumsel mengaku selisih tersebut masih merupakan margin eror.

“Dari beberapa lembaga tentu berbeda-beda. Maka kami berkomitmen tetap bergepang pada keputusan KPU jangan saling klaim,” jelasnya.

Secara keseluruhan paslon Dodi-Giri mengaku penyelenggaraan pilkada Sumsel tahun relatif baik dengan berjalan aman dan damai. Kendati demikian,  tentu masih ada sedikit kekurangan. Bahkan fakta dilapangan dari pihak advokasi telah mengumpulkan data-data valid.

“Terutama masifnya money politik pada H-3 banyak ditemui. Tetapi kita belum mau membukanya ke publik hasil temuan kita,  nanti saja,” terangnya