PALEMBANG,HS – Sampah kerap kali menyebabkan permasalahan di daerah perkotaan karena hanya dibiarkan dan dibuang di tempat pembuangan akhir (TPA).

Tingginya volume sampah organik dan anorganik di beberapa wilayah Kelurahan di Ring I Pertamina RU III, yang masih masuk ke dalam wilayah perkotaan mendorong tim Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menciptakan inovasi dalam bidang pengelolaan sampah. Pertamina RU III meluncurkan Program CSR di tahun 2017 dengan tema Patratura, yakni Peningkatan Kesejahteraan untuk Masyarakat melalui manajemen pengelolaan sampah terintegrasi berbasis jaminan sosial.

General Manager RU III, Eman Salman Arief secara langsung meluncurkan Patratura di Gedung Patra Ogan Plaju, Jumat (19/5). Eman menjelaskan, Patratura ini merupakan suatu program integrasi terhadap kegiatan-kegiatan CSR Pertamina RU III sebelumnya dalam bidang pengolahan sampah.

“Pengolahan sampah organik dan anorganik dalam  Patratura bertujuan untuk mengurangi volume sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mengikuti program tersebut sebagai nasabah dalam bentuk jaminan sosial sederhana. Inilah yang menjadi nilai tambah dari Patratura. Sehingga mengubah perilaku masyarakat dari hanya membuang sampah menjadi aktif mengelola sampah disekitar lingkungan kita, serta mendukung program pemerintah,” ujar Eman.

Pada kesempatan ini, Walikota Palembang, Bapak H. Harnojoyo turut hadir dan memberikan sambutan dalam Acara Peluncuran Program Patratura.

“Sampah merupakan tanggung jawab setiap masyarakat Kota Palembang, kami sangat mengapresiasi kegiatan Patratura Pertamina RU III. Karena hal ini mendukung program Pemerintah Kota Palembang untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah 2020. Patratura bahkan mampu mengubah sampah dari tidak bernilai menjadi memiliki nilai manfaat kesejahteraan bagi masyarakat,” tutur Walikota Palembang.

Serah terima Patrakomposter menjadi inti dalam acara ini. Patrakomposter sendiri adalah inovasi dari Patratura yang berfungsi untuk mengolah sampah organik skala rumah tangga menjadi pupuk cair dan pupuk padat. Patrakomposter dinilai lebih ekonomis dari segi biaya, efisiensi, serta jumlah yang dihasilkan dari Keranjang Takakura.

Patrakomposter dan Buku Tabungan ini akan dibagikan secara bertahap kepada 2.099 rumah tangga yang sudah mendaftar sebagai nasabah Bank Sampah Angrah. Dimulai dengan 50 nasabah dari Kelurahan Mariana, Desa Sungai Gerong, Desa Sungai Rebo, Kelurahan Talang Putri, dan Kelurahan Plaju Darat pada Jumat ini.

Selain pengolahan sampah organik dan anorganik, Patratura juga mencakup pengolahan eceng gondok. Tanaman air yang bersifat gulma ini, diolah secara kreatif menjadi barang-barang kerajinan oleh masyarakat yang tergabung dalam kelompok Melati. Selain itu, eceng gondok juga diolah menjadi pakan ternak sapi. Sementara, sampah anorganik diolah menjadi kerajinan sampah plastik oleh kelompok masyarakat Sinar Fajar.
Antusiasme masyarakat terhadap Patratura sangat tinggi. Mereka merasa bahwa Bank Sampah Angrah berbasis jaminan sosial menawarkan sistem yang adil sesuai dengan kontribusi yang mereka lakukan karena semua tercatat dalam buku tabungan. Pencatatan dalam buku tabungan ini nantinya akan menjadi bukti untuk ditukarkan dengan jaminan sosial yang saat ini terdiri dari biaya berobat, biaya pendidikan, dan nota tagihan listrik dengan catatan jumlahnya sesuai dengan saldo.

Area Manager CSR & SMEPP Sumbagsel, Susarwanto selaku ketua tim mengungkapkan, Patratura memperlihatkan dukungan aktif Pertamina terhadap isu lingkungan.

“Patratura memang terfokus pada isu lingkungan, namun jangan lupa bahwa inti CSR adalah partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Target awal kami adalah membagikan 50 Patrakomposter kepada 5 Kelurahan tersebut, dengan harapan pada satu bulan pertama akan mengurangi 20% sampah rumah tangga yang dibuang begitu saja tanpa diolah,” ungkap Susarwanto.

Susarwanto berharap, Patratura akan berkesinambungan memberi manfaat dan terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai nasabahnya.

“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan, partisipasi, dan antusiasme masyarakat. Harapan kami ke depannya Patratura bisa membawa manfaat bagi lingkungan yang lebih luas,” tambahnya.(Ril MDN)