Dirut PDAM Lematang Enim, Puryadi.

Dirut PDAM Lematang Enim, Puryadi.

PALI‎, HS – Direktur Utama PDAM Lematang Enim, Puryadi, membantah keras adanya tudingan Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Devi Harianto SH MH, maupun pihak PLN Area Lahat Rayon Pendopo, yang mengatakan PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo terindikasi melakukan pencurian aliran listrik dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar.

“Tidak benar kami melakukan pencurian aliran listrik seperti yang dituduhkan dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar. Sehingga ada ancaman mau mempidanakan kami. Terus terang selama ini PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo, sangat taat membayar tagihan rekening listrik kepada pihak PLN yang mencapai hampir Rp50 juta perbulan,” jelas Puryadi, Minggu (6/11).

Menurutnya, PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo, telah melayani sebanyak 7.000 pelanggan di Pendopo dan Teluk Lubuk. Dia juga sangat kecewa dengan sikap PLN Rayon Pendopo seolah-olah PDAM telah melakukan pengrusakan pada salah satu kabel gardu PLN yang berada di areal intake PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo untuk melakukan pencurian aliran listrik.

“Terus terang kami sangat kecewa. Karena PDAM dibangun untuk kepentingan sosial bagi masyarakat banyak. Kok kami malah dituduh seperti ini. Besok (hari ini-Red) saya akan memaparkan permasalahan ini kepada pihak PLN Area Lahat Rayon Pendopo dan instansi terkait lainnya,” lanjutnya.

Atas dasar adanya temuan tersebut, lanjutnya, sehingga pihak PLN Rayon pendopo telah memutuskan aliran listrik secara sepihak kepada PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo pada Senin (31/10) lalu. Sehingga intake PDAM tersebut tidak bisa beroperasi selama tiga hari membuat masyarakat Pendopo menjadi ribut karena tidak mendapatkan air.

Namun sekarang PDAM telah beroperasi lagi karena adanya kebijakan dari Pemkab PALI untuk tetap memasang aliran listrik secara langsung.

“Perlu saya  jelaskan, adanya pemutusan aliran listrik yang dilakukan pihak PLN Rayon Pendopo ke PDAM bermula dari  pada tanggal 20 Oktober 2016 telah dilakukan periksaan pemakaian tegangan listrik yang dilaksanakan oleh tim Penertipan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN Rayon Pendopo di PDAM Lematang Enim Cabang Pendopo,” lanjutnya.

Dalam pemeriksaan itu, tim menemukan adanya kabel yang tidak dipasang memfungsikan trafo arus pada fhasa R (kabel SMP tidak melalui CT). Padahal trafo itu milik PLN meski letaknya berada di belakang intake PDAM Lematang Enim. Gardu milik PDAM dan milik PLN terpisah.

“Sehingga tidak mungkin berani mengotak atik gardu milik PLN tersebut, apalagi gardu itu tegangan listrik tinggi, Yang berani mengotak-atik ya hanya PLN pada saat mereka melakukan pemeriksaan,” tegas Puryadi.

Pihaknya mengaku tidak tahu siapa yang mengotak-atik gardu tersebut. Untuk itu dia membantah keras jika dituding melakukan pencurian aliran listrik dengan merusak kabel gardu tersebut.

“Ini tidak benar. Apalagi kami sampai mau didenda sampai Rp1,5 miliar, dari mana kami mau membayarnya. Karena PDAM yang kami pimpin lebih pada bersifat sosial untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” tegasnya.‎ (MAN)