Pelajar PALI, Peserta Wawasan Kebangsaan berfoto bersama di KBRI Malaysia.

Pelajar PALI, Peserta Wawasan Kebangsaan berfoto bersama di KBRI Malaysia.

PALI, HS – Setelah dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) pada Selasa (4/10) lalu, 50 peserta Wawasan Kebangsaan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sabtu (8/10) malam telah kembali tiba di Bumi Serepat Serasan.

Selama mengikuti Wawasan Kebangsaan di dua negara, yakni Malaysia dan Singapura, 50 peserta yang merupakan pemuda berprestasi di Kabupaten PALI itu banyak mendapat pengalaman dan pengetahuan yang tak ternilai.

Seperti ketika di Negeri Jiran Malaysia, para peserta dijamu langsung oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Rabu (5/10) sekitar pukul 15.45 waktu setempat.

Dalam kesempatan ini, para peserta diberikan wejangan langsung oleh Duta Besar RI, melalui Minister Consellor Pendidikan Sosial Budaya KBRI, Trigustono Supriyanto.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih kurang 2 jam tersebut, terjadilah diskusi tanya jawab antara peserta dan pemateri.

Secara garis besarnya, Trigustoni Supriyanto berpesan kepada peserta yang tercatat sebagai pelajar tersebut untuk senantiasa tekun belajar dan tidak mudah menyerah.

“Saya dulunya pernah juga jadi tukang ojek pada saat saya sedang mengenyam pendidikan. Tapi saya selalu optimis dan pantang menyerah, dan akhirnya saya ya seperti ini. Kuncinya satu anak-anak, tekun belajar, tidak mudah menyerah, displin yang tinggi, serta yang paling utama harus hormati orang tua,” pesan pria asli suku jawa tersebut.

Trigustono juga membeberkan kalau pelajar di Malaysia dan Singapura sangat menjunjung tinggi disiplin.
“Disini (Malaysia, red) pelajarnya sangat disiplin. Ini yang harus dicontoh oleh anak-anak. Tapi kalian juga harus bangga, karena kalian merupakan pemuda terpilih yang bisa berkesempatan mengikuti Wawasan Kebangsaan.”

“Harus dipertahankan prestasi ini, karena 25 tahun kemudian kalian lah penerus pengganti dari Bupati, Gubernur, sampai menjadi Duta Besar bahkan Presiden,” ujar Trigustono seraya menjelaskan fungsi dan wewenang KBRI di Malaysia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahrga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten PALI, Drs Darmawi MSi  didampingi Asisten III, Drs Ruswani dan Kabid Kepemudaan Disporapar, Ahmad Adiyansyah, menuturkan bahwa wawasan kebangsaan ini merupakan reward dari Pemerintah Kabupaten PALI atas prestasi yang telah dicapai seperti menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), juara pidato tingkat Provinsi, serta menjadi juara pada cabor Taekwondo tingkat nasional.

“Disamping itu, kita juga ingin menambah wawasan kepada para pelajar tentang bagaimana perkembangan ilmu dan teknologi, SDM, serta kedisiplinan yang ada di Malaysia dan Singapura,” terang Darmawi.

Dari kesempatan ini juga, sambung Darmawi para peserta diharapkan mengambil pembelajaran dari perjalanan ini untuk bisa dicontoh dan diimplementasikan dalam kehidupannya khususnya dunia pendidikan.

“Seperti di Singapura, peserta diperlihatkan bagaimana sebuah kereta listrik yang dijalankan oleh komputer mulai dari beli ticket hingga menjalankannya. Kemudian, tentang disiplin waktu yang dijalankan seluruh warga Singapura. Ini yang kita inginkan agar para pelajar di Kabupaten PALI mentranformasikan pengalamannya ini kepada kawan-kawan serta lingkungannya. Sehingga bisa memotivasi mereka agar menjadi pribadi yang prestasi serta membanggakan keluarga dan Kabupaten PALI,” pungkasnya.

Dalam perjalanan Wawasan Kebangsaan tahun 2016 kali ini, mengambil rute ke Kuala Lumpur dengan icon Twin Tower Genting yang terkenal akan kereta gantungnya, ke Negeri Melaka yang masih erat hubunganya dengan Kerajaan Sriwijaya, BatuCamp, hingga ke Johor.

Sedangkan di Singapura, para peserta ditunjukkan bagaimana sistem tranportasi MRT berjalan di kota yang terkenal dengan Merylion dan Gedung Marina Bay Sand itu. (MAN)