PALEMBANG,HS – Kawanan penipuan dengan modus jual beli emas, rupanya masih saja terus terjadi.

Kemarin, ibu dan anak, Aminah,70, dan Ernawati,43, harus mengalami nasib malang itu.

Kejadian yang menimpa warga Sungai Rasau Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini terjadi di dalam angkot jurusan Plaju-Ampera.

Ketika itu, kedua korban yang hendak pulang ke kediamannya menumpang angkot tersebut dari Simpang Kayu Agung, Plaju.

Selang beberapa saat korban naik ke dalam angkot, menyusul pula dua orang pria menaiki angkot tersebut dengan menduduki tempat duduk yang berbeda.

Tak lama berselang, salah saru pria tersebut (pelaku) menawarkan seuntai kalung emas seberat tiga suku kepada korban karena membutuhkan uang.

Pria tersebut beralasan uang tersebut akan digunakan untuk pergi jauh untuk menghindari kejaran polisi lantaran terlibat kasus pembunuhan terhadap selingkuhan pacarnya.

“Dia (pelaku) bilang tak membawa uang, hanya membawa beberapa kalung dan cincin emas. Katanya dia terlibat pembunuhan,” kata korban Erna saat melapor ke Mapolresta Palembang.

Belum juga menawar emas tersebut, rupanya seorang pria yang sebelumnya naik angkot bersamaan dengan pelaku langsung menawar emas itu dengan harga Rp5 juta.

Bahkan, pria yang diduga merupakan kawanan pelaku membujuk korban untuk membeli emas itu.

“Pria itu membujuk kami untuk membeli emas itu. Katanya itung-itung nolong orang,” terangnya.

Merasa kasihan dengan pelaku, korban akhirnya menawarkan untuk tukar tambah dengan emas miliknya.

“Kami kasihan, jadi kami tukar cincin emas yang dipakai ibu saya seberat seperempat suku dan uang Rp200 ribu dengan tiga suku emas itu. Awalnya kami yakin saja kalau emas itu asli, karena ada suratnya,” ungkap korban.

Namun kecurigaan atas keaslian emas itu pun muncul setelah korban turun dari angkot di pangkal Jembatan Ampera. Korban melihat adanya perbedaan dari warna emas miliknya yang ditukarkannya dengan emas milik pelaku.

“Saat itu kami turun duluan. Saya lihat lagi emas itu ternyata warnanya sedikit berbeda. Karena curiga, saya kemudian mengeceknya ke toko emas. Dari toko emas itulah saya mengetahui itu palsu,” bebernya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Saat ini, korban masih dimintai keterangannya.

“Sudah kami terima laporannya. Anggota masih menyelidiki. Penipuan modus ini beberapa kali pernah kita ungkap, untuk itulah kita imbau agar warga tak langsung percaya dengan orang yang baru dikenal,” katanya.