EMPATLAWANG, HS – Sekitar 250 orang yang datang dari berbagai desa di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Empatlawang mengikuti pelatihan pengurusan jenazah yang digelar Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Empatlawang di Aula Hotel Kito, Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang, Rabu (17/5).

Kegiatan yang juga dihadiri Ketua Penggerak PKK Kabupaten Empatlawang, Hj Fariha Syahril dan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Empatlawang, Khairullah bertujuan agar tersedianya tenaga pengurus jenazah yang terlatih di setiap desa-desa di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Empatlawang, Drs H Kencana Sotar mengatakan sebanyak 250 orang yang rata-rata dari pengurus masjid dan majelis ta’lim yang ada di desa-desa dalam wilayah Kabupaten Empatlawang, tujuannnya agar tersedia tenaga ahli yang terlatih dalam bidang pengurusan jenazah di wilayah-wilayah dalam Kabupaten Empatlawang.

“Antusias para peserta yang ikut dalam pelatihan pengurusan jenazah kali ini cukup luar biasa dari jumlah peserta lebih banyak dari Kecamatan Tebing Tinggi,” katanya.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Empatlawang, Drs Khairullah MSi mengatakan sekarang ini banyak generasi muda tidak tahu tata cara pengurusan jenazah dan hanya terpaku kepada generasi yang lebih tua saja, bahkan kesadaran dari generasi muda sangat tipis.

“Ini yang menjadi peserta yang mengikuti pelatihan pengurusan jenazah setelah mengikuti pelatihan saya minta turunkan dan ajarkan cara kepengurusan jenazah kepada para generasi muda di kecamatan maupun di tingkat desanya masing-masing,” pintanya saat menyampaikan sambutan mewakili Bupati Empatlawang, H Syahril Hanafiah saat membuka kegiatan tersebut.

Dia mengingatkan, jika suatu saat nanti generasi tua sudah tidak ada lagi, selanjutnya yang akan mengurus jenazah yang benar-benar terlatih akan sulit didapat jika keahlian dalam mengurus jenazah ini tidak diajarkan ke generasi muda.

“Bayangkan suatu hari nanti ayah dan ibu kita meninggal dunia, terlenalah kita membiarkan orang lain mengurusnya sedangkan kita hanya melihat saja tanpa ilmu, ini harus dipahami oleh para peserta pelatihan”, ungkapnya. (ELW)