PALEMBANG,HS – Dinas
Pekerjaan Umum Bina  Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatra Selatan Memastikan pembangunan Jembatan Musi Vl Tetap akan diteruskan Meski anggaran tahun ini untuk jalan dan jembatan hanya berkisar Rp1 triliun, Namun pihaknya tetap optimistis pengerjaan tetap berjalan sesuai targetnya yang sudah ditentukan.

Seperti diketahui dari anggaran Rp 1 triliun, sebanyak Rp 499 miliar dianggarkan untuk perbaikan jalan dan sisanya untuk pembangunan dan pemeliharaan jembatan yang ada di Sumsel saat ini.

Menurut Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Kota Provinsi Sumsel, Ucok Hidayat mengatakan, di Sumsel sudah ada 475 jembatan eksisting menyebar di 17 kabupaten/kota disumsel dan yang sedang berjalan sejumlah penyelesaian pembangunan jembatan, diantaranya jembatan Gunung Batu di Kecamatan Cempaka, OKU Timur. Selain itu untuk proyek yang cukup besar di tahun ini yakni lanjutan pembangunan Jembatan Musi VI yang menghubungkan Jalan Sultan Muhammad Mansyur dan Jalan Wahid Hasyim, Kertapati, Palembang.

“Ya, Anggaran untuk pembangunan jembatan ini dengan total Rp344,3 miliar. Anggarannya menggunakan dana APBD dengan tahun anggaran 2015 dan 2016. Dan kita yakini tahun ini dimaksimalkan sudah selesai, dan total pengerjaan (finishing) pada awal 2018,” jelasnya saat diwawancarai wartawan diruang kerjanya jumat (10/3),

Ia menerangkan, pada Oktober 2015 lalu sudah dimulai pengerjaannya. Hingga saat ini pengerjaannya sudah mencapai 76 persen. Dalam pembangunan jembatan ini, tidak ditemukan adanya masalah lahan karena sudah selesai.

Sebelumnya pembebasan lahan di Ilir Barat II yakni seluas 9.748 meter persegi dengan 69 rumah, dan di Seberang Ulu II seluas 4.687 meter persegi dengan 25 rumah.

“Dalam pengerjaannya sekarang ini fokus pada pemancangan jembatan di tengah Sungai Musi. Kontraktornya tetap Nindya-Tanjung Raya, JO. Dalam kontrak, jenisnya tahun jamak,” kata dia.

Lanjutnya,Untuk teknisnya jembatan Musi VI ini memiliki jembatan utama rangka baja pelengkung bentang menerus 350 meter, jembatan pendekat baja komposit bentang 40 meter. Untuk lebar jembatan 11,5 meter, jumlah lajur yakni dua lajur dan dua arah, lebar lajur masing-masing 3,5 meter dengan bahu jalan 0,75 meter dan lebar trotoar 1,5 meter.

“Kita meyakini proyek ini bisa selesai tepat waktu. Apalagi ini adalah salah satu akses untuk memecah kemacetan yang selama ini bertumpuk di Jembatan Ampera,” urainya

Ia juga menerangkan, alasan dibangunnya jembatan ini untuk mendukung Asian Games 2018 mendatang, mendukung laju pertumbuhan lalu lintas, terutama di Jalan Sudirman dan Jalan HM Ryacudu (Jembatan Ampera). Diakuinya, rendahnya level of service kedua jalan tersebut menunjukkan volume kendaraan yang melintasi Sungai Musi tergolong tinggi.

” Ya, ini adalah jembatan alternative untuk mengatasi tingginya volume kendaraan yang melintasi Sungai Musi,”tegasnya (MDN)