PALEMBANG,HS – Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin, Menyampaikan, Perdebatan Untuk pembangunan Pasar Cinde terkait Cagar Budaya Membuat pembangunan pasar tersebut dipastikan tidak akan selesai Sebelum Asian Games 2018.

“Ya, pasti pembangunannya tidak akan selesai pembangunan Pasar Cinde sampai dengan Asian Games mendatang,” ujar Alex Saat ditemui dipemprov sumsel rabu (22/2),

Lanjutnya, Meskipun begitu pihaknya memastikan akan tetap dalam kondisi rapi, karena untuk tahap awal pihaknya akan mengerjakan pembangunan dibagian bawah terlebih dahulu.

” Ya, Jika sudah rapi maka nantinya para pedagang bisa direlokasi kembali kedalam sehingga tidak sembrawut lagi,”urainya

Untuk pengerjaannya sendiri, dirinya belum dapat menentukan hal tersebut. Namun, untuk desainnya sendiri dirinya memastikan akan ada sisi cagar budaya yang tetap dipertahankan, meskipun harus sepenuhnya dibongkar, karena kondisi Pasar Cinde sudah sangat rapuh.

“Pasar Cinde itu sewaktu-waktu bisa roboh, karena memang pondasinya sudah tua terlebih lagi kedalaman pondasi tidak terlalu dalam. Jadi salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dengan membangun ulang,” terangnya.

Terkait relokasi yang dilakukan Selasa kemarin (21/2), dirinya mengatakan, sudah melakukan sosialisasi sebanyak tiga kali, jadi tidak ada alasan jika pedagang mengatakan kurang sosialisasi.

Dia juga menerangkan relokasi Pasar Cinde ini sebelumnya direncanakan di samping pasar tersebut atau dilahan milik Thamrin. Namun, lahan itu juga akan ikut dibangun sehingga relokasi harus dipindahkan ke sepanjang Jalan Cinde Welan.

“Tadi malam (kemarin) untuk rekayasa lalu lintasnya sudah diuji coba dan ini tidak ada masalah,” tegasnya.

Disinggung soal keluhan pedagang terkait tingginya harga lapak jika pasar tersebut telah jadi. Dirinya menambahkan, hal tersebut sudah wajar. Dirinya mencontohkan , dari lapak biasa menjadi lapak yang istimewa tentunya harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi. Meskipun begitu, pihaknya telah mengaturnya agar tidak terlalu memberatkan.

“Ya, pokoknya saling menguntungkanlah antara pengembang dan juga pedagang,” ujarnya.

Untuk pedagang lama sendiri, sambung Alex, sudah dilakukan inventarisasi sehingga nantinya diutamakan untuk menempati lapak baru jika pembangunan telah selesai dilakukan. Untuk sisanya sendiri mungkin nanti akan dibicarakan lagi.

“Pokoknya yang diutamakan nantinya pedagang lama, untuk pedagang baru itu nanti akan dibicarakan bagaimana mekanismenya agar dapat menempati pasar tersebut,”jelasnya (MDN)