seorang-pengendara-motor-melintasi-proyek-pembangunan-light-rail-transit-lrt_20161015_182855PALEMBANG,HS – Pemasangan Tiang Pancang LRT Disungai Musi atau disamping jembatan ampera ini dampai saat ini Belum juga ada izin atau belum ada rekomendasi teknis (Rekomtek) yang dikeluarkan BBWS VIII.

Menurut. Kabid Pelaksana Jaringan Sumber Daya Air pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) VIII, Adi rosman menyampaikan rekomtek ini langsung dari Kementrian Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Untuk mendapatkan rekomtek ini sendiri kontraktor yang akan melakukan pembangunan di atas sungai harus mengajukan izin terlebih dahulu sehingga rekomtek dapat dikeluarkan.

“Nah, sejauh ini untuk pembangunan LRT belum ada rekomteknya dari kementrian. Karena, jika rekomtek tersebut sudah dikeluarkan pastinya akan ada pembahasan apa saja wilayah yang akan dipakai,” katanya.

Dirinya mengakui bahwa pembangunan LRT ini merupakan proyek nasional. Namun, rekomtek ini amanat Peraturan Menteri (Permen), mengingat pengerjaan diwilayah Sungai sehingga untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan.

Untuk pengajuannya sendiri, lanjut Adi, kontraktor harus menyiapkan desain pembangunan, spase sungai yang akan dipakai dan beberapa persyaratan lainnya.  Pengerjaannya sendiri tidak akan lama hanya memakan waktu sekitar dua minggu.

“Untuk menghemat waktu, sambil jalan jugo biso, tapi yang jelas harus ada rekomteknyo karena ini amanat  menteri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) LLAJ dan Perkeretaapian Dishubkominfo Sumsel, Sudirman mengatakan memang sejauh ini untuk pembangunan LRT yang sudah mendapatkan rekomtek yakni untuk pembangunan di jalan atau di darat dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA), sedangkan untuk izin pembangunan di atas sungai pihaknya belum mengetahui apakah sudah ada izin ataupun belum.

Dirinya juga menegaskan, apabila persyaratan pengajuan izin tersebut sudah dipenuhi maka akan ada kebijakan dari pemerintah pusat. “Tapi jika pun belum kami akan minta secepatnya, karena harus mengerja waktu,” terangnya.

Dirinya juga menambahkan, untuk pengerjaan LRT di Sungai Musi ini nanti, pihaknya juga meminta untuk dilakukannya pembentukan tim terpadu untuk keamanan lalu lintas air di Sungai Musi, mengingat beberapa bagian sungai musi ditutup.

“Karena lalu lintas di air ini tidak seperti di darat, kalau di air kalau tidak bisa mengerem. Jadi harus diatur agar tidak terjadi kecelakaan. Selain itu, juga harus dipasang rambu dan penerangan agar tidak membahayakan,” tegasnya.

Tim terpadu ini sendiri, lanjut Sudirman, terdiri dari Pol air, SAR, Dishub Kota, dan lain sebagai. Jadi, semua pihak harus bersinergi. “Untuk kepastian penutupan itu dilakukan 1 November mendatang, jadi tinggal berapa hari lagi,” ujarnya.

Enginering di Zona 4 Waskita Karya, Aji menambahkan pihaknya akan mengecek dahulu apakah rekomtek dari BBWS sudah ada atau belum. Jika pun belum pihaknya memastikan akan segera mengajukan izin tersebut.

Dirinya menjelaskan, pengerjaan LRT untuk di Sungai Musi ini memang membutuhkan koordinasi, mengingat akan ada penutupan beberapa bagian dari Sungai Musi.

“Penutupan ini dilakukan di P1-P2,P2-P3, P4-P5, dan P5-P6 jadi lalu lintas air hanya P3-P4,” katanya.

Untuk pengerjaanya sendiri, lanjut Aji akan sejajar dengan tiang Ampera sehingga tingga mengganggu trafic pada saat LRT sdh selesai dibangun. Untuk pengerjaan girder P3-P4 sendiri, itu dilakukan pada bagian terakhir dimana pihaknya meminta dilakukan penutupan arus lalu lintas baik darat maupun lalu sekitar 9 jam. Untuk menghindari dampak yang membahayakan terjadi.

“Setelah itu, semuanya dapat kembali beroperasional seperti biasa,”tutupnya.(MDN)