PALEMBANG,HS – Terkait mekanisme pembangunan jalan Tol Pematang panggang – Kayuagung dan Kayuagung – Palembang – betung, memakai sejumlah sistem yang dipakai. Diantaranya pile slab khusus di lahan rawa gambut dengan kedalaman 32-52 meter. Penggunakan pile slab ini ada di Celikah dan Pedamaran, Ogan Komering Ilir.
Hal ini dikatakan kepala Divisi VI PT Waskita Karya Ruas jalan Tol Kapal Betung dan PPKA Gunadi Rabu, (17/10/2018).
“Gambutnya sangat dalam. Kalau untuk 8-20 meter, kita bisa gunakan sistem vakum. Tapi kalau gambutnya dalam, kita menggunakan pile slab (tiang pancang),” ujarnya
Berbeda dengan lahan gambut dibawah 8 meter, pihaknya menggunakan sistem preloading. Ditambahkan Kepala Proyek Seksi I Kapal Betung, Arif Hardianto, pengerjaan jalan tol di wilayahnya berbeda dengan pengerjaan jalan tol di daerah Jawa.
“Kondisi tanah di Sumsel itu 80 persen adalah rawa gambut. Butuh teknologi canggih dan tepat agar jalan tol bisa dijamin bertahan hingga 30-50 tahun. Untuk pengerjaan vakum saja butuh waktu 5 bulan, ini diluar pengerjaan penimbunan dan sebagainya,” tutupnya