PALEMBANG,HS – Dinas pendidikan provinsi Sumatera Selatan mulai melakukan pembuatan master soal untuk pelaksanan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tahun 2017. Pembuatan mater  soal tersebut melibatkan para guru yang tergabung dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) berada di 17 kabupaten/kota,  penyelesaian pembuatan soal paling lambat 17 Februari 2017 mendatang,”ungkap  Kepala bidang SMA Disdik Sumsel, Bonny Syafrian.

Menurut Bonny,  pembuatan soal USBN diserahkan kepada MGMP yang ada ditiap daerah. Hal ini sesuai dengan arahan prosedur operasional standar (POS) jika guru MGMP akan mempersiapkan soal melalui jalur musyawarah. ” Guru MGMP inilah yang membuat soal secara mandiri berpedoman pada penyusunan soal berstandar nasional. Nantinya persentase soal USBN 75 persen buatan guru MGMP setiap provinsi, sedangkan sisanya itu tambahan pusat,” ungkapnya, Selasa (7/2)

Lebih jauh Bonny menjelaskan, Hasil semua master soal dari setiap MGMP akan digabungkan untuk diseragamkan. Soal inilah yang akan digunakan oleh setiap sekolah dalam pelaksanan USBN nantinya. ” Jadinya semua siswa akan memiliki soal yang sama, tidak lagi sekolah yang membuat soalnya sendiri. Selain itu, untuk USBN hanya ditujukan dalam tiga mata pelajaran yakni, sejarah, PKN dan Pendidikan ilmu agama,” paparnya.

Sementara itu, pelaksanan pembuatan master soal oleh setiap MGMP mulai dilakukan, salah satunya MGMP sejarah kota Palembang yang sudah secara bertahap menyusun master soal.Sebanyak 30 guru sejarah perwakilan dari setiap sekolah berkumpul di SMA Muhammadiyah 2 Palembang terlibat dalam pembuatan soal USBN ini.

Ketua MGMP Sejarah Palembang, Mery Hamraeny , menargetkan master soal USBN mata pelajaran sejarah akan selesai pada 15 Febuari 2017 mendatang. Tentunya ini akan jauh lebih cepat dibandingkan waktu yang ditetapkan oleh pihak Disdik Provinsi  sumsel. ” Ada 4 Paket soal yang akan dibuat, dua paket untuk ujian utama, satu paket untuk susulan dan sisanya cadangan. Itupun dalam setiap paket berbeda, ada yang khusus KTSP dan K-13,” ungkapnya.

Mengenai tingkat kesulitan soal, Mery mengungkapkan soal dibuat secara berimbang, dengan tingkat kemudahan dan kesulitan yang sudah disesuaikan pada POS. Dengan persentase soalnya yakni 10 persen mudah, 30 persen sukar dan 60 persen soal sedang. ” Semuanya tentang sejarah umum, dengan 40 pilihan ganda dan lima essai. Materi pun diambil paling banyak dari kelas 12 yakni 70 persen sisanya dibagi pada kelas 10 dan 11,” ucapnya. (HSN)