MUARAENIM, HS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Kabupaten Muaraenim.

Kunjungan diterima langsung Wakil Bupati Muaraenim serta sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebanyak 38 orang delegasi Pemkab Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, 27 orang diantaranya menjabat Camat dipimpin Asisten Pemkab Banyumas Bidang Kesejahteraan Rakyat, Sriyono SH MSi.

Acara yang dilangsungkan di Bappeda Muaraenim, Rabu (10/5) dilanjutkan dengan penyampaian pandangan tentang profil Kabupaten Muaraenim, termasuk menguraikan program visi misi yang diusung Pemkab Muaraenim.

Nurul Aman mengatakan, Kabupaten Muaraenim tercatat sampai dengan Desember 2016 memiliki jumlah penduduk sebesar 600.398 jiwa pada luas wilayah 7483,06 kilometer persegi (km2).

“Untuk motto Kabupaten Muaraenim dikenal dengan Serasan Sekundang, Serasan yakni mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan dengan menghindari permusuhan dan perpecahan. Sedangkan Sekundang,  yaitu selalu menciptakan suasana keakraban dan persahabatan dalam membina kehidupan masyarakat,” ulas Nurul.

Sementara untuk visi Kabupaten Muaraenim, lanjut Wabup yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Muaraenim yang Sehat, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera, SMAS di Bumi Serasan Sekundang.

“Dan misinya, meningkatkan kualiatas hidup masyarakat, melaksanakan reformasi birokrasi, meningkatkan pengembangan ekonomi berbasis sumber daya lokal, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kelestarian lingkungan hidup,” terang Nurul.

Dilanjutkan Nurul, Kabupaten Muaraenim aktif mengelola dana desa untuk pembangunan, pemberdayaan masyarakat desa meliputi pengentasan maayarakat miskin, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan dasar pendidikan, dan infrastruktur serta pertanian.

Lalu, berdasarkan Perda nomor 7 tahun 2016 telah mendirikan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) di 245 desa. Serta melakukan peningkatan pelayanan ke masyarakat. Pemkab Muaraenim juga melakukan pembinaan kepada pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa.

Sementara itu, Sriyono, mengucapkan salam hormat dari Bupati Banyumas yang tidak bisa hadir lantaran disaat bersamaan melantik pejabat OPD. Adapun alasan memilih Kabupaten Muaraenim, kata Sriyono, lantaran setelah mengakses internet banyak keunggulan dimiliki Kabupaten Muaraenim dengan banyak penghargaan dimenangi Kabupaten penghasil batubara ini.

“Kami nantinya akan amati, tiru dan modifikasi apa saja yang ada di Kabupaten Muaraenim seperti pengawasan pelaksanaan APBDes maupun program pelayanan lainnya. Setelah pulang dilaksanakan di Banyumas dengan modifikasi. Kepada Pemkab Muaraenim kiranya untuk bisa datang di Kabupaten Banyumas untuk bisa melanjutkan silahturahmi ini,” pinta Sriyono.

Sriyono menjelaskan, Kabupaten Banyumas terluas wilayahnya di Jawa Tengah ketiga setelah Cilacap dan Brebes seluas 1.400 km2 memiliki jumlah penduduk 2.200.000 jiwa dengan dua wilayah administratif yakni Purwokerto (Ibu Kota) dan Banyumas. Salah satu program ungggulan yaitu Kartu Banyumas Sehat (KBS).

“Untuk APBD sebesar Rp 3,4 triliun 40 persen diantaranya dari pajak dan memiliki 18 perguruan tinggi diantaranya Unsoed,” pungkasnya. (EDW)