Petugas mengumpulkan absensi pegawai di Empatlawang

EMPATLAWANG, HS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empatlawang memantau tingkat kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat hari yang diapit oleh tanggal merah atau yang sering disebut Harpitnas (Hari kejepit nasional) di lingkungan Pemkab Empatlawang, Senin (27/3).

Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan dilakukan dengan memantau setiap kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Empatlawang dibagi 2 (dua) tim masing-masing dipimpin oleh asisten 1 dan asisten 2 Setda Empatlawang.

“Tanggal seperti ini sering disebut sebagai hari terjepit ada indikasi para PNS tidak masuk kerja, Pak Sekda menyampaikan pesan dari Pak Bupati untuk melakukan inspeksi dadakan ke sejumlah SKPD,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Empatlawang, Januarsah Hambali melalui Kabid Sumber Informasi BKPSDM Empatlawang, Delly Septian.

Selanjutnya pihaknya melakukan perekapan absensi yang diserahkan kepada Sekda Empatlawang, “Kami berikan rekapannya mengenai sanksi yang diberikan tergantung perintah Pak Bupati dan Pak Sekda,” jelasnya.

Asisten I Setda Empatlawang, Lukman Panggarbesi mengatakan hasil pemantauan dirinya bersama tim, kerajinan PNS masih tinggi, PNS bekerja seperti hari biasa, “Kami tadi inspeksi ke beberapa Dinas diantaranya Dinas Pariwisata, Dinas Perindag, Dinas Pertanian, hasilnya sangat baik, PNS masih bekerja meskipun di hari terjepit,” terangnya.

Senada diucapkan Asisten III, Qobal Anthony berdasarkan hasil pemantauan timnya beberapa SKPD bekerja seperti biasa cukup ramai, bahkan ada yang sedang melaksanakan baca yasin bersama.

“Kalau kami ke arah jalan poros seperti Diskominfo, DPMPDP3A, Dispora, Koperasi, RSUD Susasana ramai seperti biasa bahkan RSUD yang paling ramai sedang melakukan yasinan penempatan gedung RSUD baru,” katanya.

Menurutnya keberhasilan Pemkab dalam mengatasi ketidakdisiplinan PNS di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati mulai berjalan dengan baik berkat metode yang diberikan, “Sekarang ini kan seluruhnya sudah menggunakan sistem finger print. Kemudian bulan lalu Bupati juga memberikan penghargaan terhadap PNS malas dengan menampilkan saat upacara gabungan mungkin itu bisa sebagai efek jera,” tutupnya.(ELW)