PALEMBANG,HS – Pertamina bakal bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bakal menutup 27 sumur minyak ilegal yang berada di Muba. Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Muba, Yusnin saat berkunjung ke Pemprov Sumsel, Jumat (3/3),

“Ya, Sebenarnya sumur ilegal ini banyak tapi yang terdata di kami itu sekitar 27 sumur  berada di Kecamatan Babat Toman,” katanya.

Dia melaskan, sumur minyak ini merupakan aset negara yang berada di bawah koordinator pertamina. Karena itu, pihaknya mengandeng Pertamina dalam penutupan sumur ilegal tersebut. Meskipun begitu, sejauh ini pihaknya bersama dengan pertamina tengah bermusyawarah upaya apa saja yang akan diambil untuk penutupan tersebut.

“Ya, Kebanyakan sumur ilegal ini hasil pengeboran sendiri oleh masyarakat serta itu juga hasil peninggalan sumur minyak lama. Tentunya ini menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, dirinya berencana memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina dengan mengandeng pihak Unsri dalam pemanfaatan CSR tersebut, sehingga dapat bermanfaat bagi warga sekitar sumur ilegal.

“Ini salah satu cara untuk membangun ekonomi disana karena memang selama ini kebanyakan perekonomian warga bertumpu pada minyak dari hasil sumur ilegal tersebut,” singkatnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin juga sempat mengatakan bahwa ada 27 sumur ilegal yang berada di Muba dan tidak menutup kemungkinan sumur tua bisa dikelola dan merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat banyak.

“Ya, caranya berdasarkan UU itu melalui badan usaha atau koperasi yang mengelola sumur tua itu dan perlu ada rekomendasi dari bupati, disetujui gubernur untuk selanjutkan diteruskan ke kementrian,” katanya.

Sambungnya, Sejauh ini, dirinya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi kepada penambang sumur minyak ilegal tersebut. Hal ini ditakutkan, jika tidak dikelola dengan baik, profesional, teknologi yang digunakan benar dapat menjadi bencana dan musibah meledak.

Ia juga mengaku telah beberapa kali berupaya untuk menertibkan sumur ilegal tersebut. Namun, tetap saja tidak pernah tertib, dan mereka (penambang) beralasan menggantungkan hidupnya melalui sumur ilegal tersebut.

“Nah, kalu mereka sudah bealasan cak itu, dak tega rasonyo denger itu. Tapi cakmano itu melanggar aturan. Lagian banyak tempat untuk mencari hidup lain dak harus melalui sumur ilegal nian,”tegasnya.(MDN)