Wawako kota palembang menyerahkan buku rekening secara simbolis kepada guru K2 di Aula SMK N 3 Palembang

PALEMBANG,HS – Pemerintah Kota Palembang beri insentif tambahan kepada 402 honorer guru dan tenaga kependidikan (GTK) kategori 2 (K2).

 

Usulan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang untuk memberikan insentif tambahan bagi honorer GTK K2 sebesar Rp500.000/bulan yang dibayarkan per triwulan sekali telah disetujui Pemerintah Kota Palembang.

 

Hal ini terbukti dari penyerahan insentif sebagai apresiasi dan rasa terima kasih Pemkot Palembang atas kinerja mereka yang diberikan secara simbolis oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda kepada perwakilan Honorer GTK K2 di aula SMKN 3 Palembang, Senin (27/02).
Kepala Disdik Kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM menerangkan, total Honorer GTK K2 yang terdata dipihaknya berjumlah 402 orang dari tingkat SD-SMP, dan berdasarkan data tersebut mereka akan menerima insentif tambahan sebesar 500 ribu rupiah selain gaji pokok mereka per triwulan.

 

“Kedepan kami juga akan memperjuangkan insentif untuk honorer K2 non-GTK. Dan kami berharap ini akan terus berlanjut sampai mereka diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN),” harap Zulinto.
Hal senada diungkapkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, seusai memberikan simbolis insentif tambahan dalam bentuk tabungan kepada Honorer GTK K2. Menurutnya, pihaknya sedang mengupayakan untuk mengajukan pengangkatan ASN untuk K2 ke pemerintah pusat.

 

“Kita sedang upayakan. Kami sangat berharap agar dapat segera disetujui oleh pusat. Sebab melihat gaji yang mereka terima selama ini, tidak sesuai dengan kinerja dan pengabdiannya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Honorer Kategori II Indonesia (FHK2I) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Syahrial menambahkan, pihaknya juga sedang memperjuangkan nasib K2 ke pihak kementerian.

 

“Di Sumsel ada 7.033 honorer GTK K2 dan untuk Palembang ada 402. Saya dengar di Palembang kekurangan 1.200 an guru, jadi kalau langsung diangkat dalam satu periode saja jumlahnya masih belum mencukupi kebutuhan guru tersebut,sebab setiap tahun di Sumsel khususnya kota Palembang banyak guru maupun tenaga kependidikan memasuki masa pensiun,” pungkasnya(HSN)