PALEMBANG,HS – Pemkot Palembang diketahui mempunyai piutang paling besar dari semua kabupaten/kota disumsel berasalkan hasil rekapitulasi pembayaran untuk berobat gratis paling besar yakni mencapai Rp 6 Miliar di tahun 2016, Hal ini Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Sumsel.

Hal tersebut juga diakui oleh Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini melalui Kasi Rujukan Dinkes Sumsel, M Ifan Fahriansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/2).

“Ya, memang saat ini piutang paling tinggi yakni Kota Palembang,” katanya.

Dia juga menjelaskan, memang kebanyakan masyarakat yang menggunakan Jaminan Sosial Kesehatan (Jamsoskes) Sumsel Semesta berobat di Puskesmas. Namun, meskipun sedikit berobat di Rumah Sakit biaya nya sangat tinggi sehingga dapat melebihi biaya berobat di Puskesmas.

“Obat di RS itu lebih mahal dibandingkan di Puskesmas, sedangkan Kota Palembang merupakan kota besar.” jelasnya.

Dia juga menerangkan, dana Jamsoskes ini merupakan dana sharing dengan kesepakatan kepala daerah untuk penentuan persentasenya. Sehingga dari persentase tersebut maka diketahuilah pada akhir tahun untuk hutang dan piutang.

“Misalnya, suatu daerah berdasarkan kesepatakan persentasenya sekitar 30:70, kemudian dana yang dikeluarkan dalam satu tahun sebuah daerah mengeluakan sekitar Rp 5 miliar sedangkan pemerintah provinsi mengelurkan sekitar Rp10 miliar. Nah, dana tersebut ditambah baru dibagikan berdasarkan persentase,” terangnya.

Sambungnya, jika dana yang telah dikelurkan melebihi persentase yang telah ditetapkan maka bisa dikatakan hutang maupun piutang sesuai dengan kelebihan pembayaran tersebut. Sejauh ini, lanjut Ifan, Pemprov Sumsel ada yang masih berhutang berobat gratis dan ada juga kabupaten/kota yang mengalami piutang.

Dari data tersebut Ifan, menerangkan, hutang Pemprov Sumsel untuk berobat gratis ada 10 kabupaten/kota, sedangkan untuk piutang Pemprov Sumsel untuk berobat gratis itu ada 6 kabupaten termasuk Kota Palembang.

“Ditahun 2016 ini, untuk total hutang Pemprov kepada Kabupaten/kota itu sekitar Rp 24 miliar, sedangkan untuk piutang Pemprov Sumsel yakni sebesar Rp 9 miliar.” tutupnya.

Berikut Hutang Kabupaten/Kota Perioder 2016

Kabupaten PALI Rp 5.736.493.439

Kabupaten Empat Lawang              Rp 2.455.917.162

Kabupaten Muara Enim                  Rp 5.357.144.772

Kabupaten Muratara                       Rp 2.278.409.775

Kabupaten Ogan Ilir Rp    723.583.964

Kota Prabumulih Rp   702.236.877

Kabupaten Musi Rawas Rp 4.146.206.957

Kabupaten Banyuasin Rp     180.795.734

Kabupaten OKU TImur  Rp 2.755.734.121

Kabupaten Lubuk Linggau   Rp       30.748.643

Total      Rp 24.367.271.455

Piutang Kabupaten/Kota periode 2016

Kota Palembang                             Rp 6.608.949.389

Kabupaten OKU Selatan  Rp   274.578.560

Kabupaten OKI       Rp    526.126.011

Kabupaten OKU     Rp    3.79.605.742

Kabupaten Lahat                                              Rp       1.484.971.830

Kota Pagaralam  Rp    172.579.449

Total      Rp 9.446.810.983
(MDN)