Pemerintah Kota Palembang melalui BP2K menebar sebanyak 3000 benih ikan lele di sungai musi.

Pemerintah Kota Palembang melalui BP2K menebar sebanyak 3000 benih ikan lele di sungai musi.

PALEMBANG,HS – Pemkot Palembang melalui DP2K (Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan) Palembang menyemaikan 3 ribu bibit ikan Lele di perairan sungai Musi, Selasa (1/11). Hal itu mencegah berkurangnya perikanan di Palembang khususnya di perairan sungai Musi.

Menyisir perairan sungai Musi menggunakan Kapal Sigentar Alam. Wawako Palembang didampingi SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Palembang menyisir perairan sungai Musi dan menyemai 3 ribu bibit ikan dari Kerambah Karang di kawasan perairan Pulau Kemarau dan beberapa titik lainnya.

Kepala DP2K Palembang, Harrey Hadi mengaku untuk bulan ini pihaknya baru menyebar 3 ribu bibit ikan dimana semuanya merupakan jenis ikan patin yang siap panen sekitar 6 bulanan lagi. Nantinya upaya menyebar bibit ikan ini bakal dijadikan sebagai agenda bulanan.

“Kita berharap jangan bisanya mengambil saja, tapi juga terus berupaya untuk menyebarkan bibit di perairan atau restocking,” tegasnya. ikan yang sudah disebar, semuanya bebas diambil oleh masyarakat dan tidak bayar.

Dengan catatan, masyarakat hanya diperbolehkan memancing ikan dan mengambilnya dengan langkah yang tepat, tidak menggunakan bom molotov atau kegiatan illegal fishing lainnya. Mengantisipasi kegiatan tersebut, pihaknya pun sudah membentuk pokwasmas (kelompok pengawasan masyarakat).

“Untuk bulan depan, kita juga bakal sebarkan bibit ikan gabus, gurame, nila dan jenis lainnya yang penting merupakan ikan sungai,” lanjutnya.

Harrey menegaskan saat ini, ada dua jenis ikan yang merupakan icon Palembang namun sudah mulai langka dan sulit didapat, juga didukung dengan harga yang melambung. Harrey berdalih, Ikan gabus sama seperti ikan belida hidupnya dialam jadi pihaknya sendiri susah untuk memperbanyak benih ikan itu.

“Jadi kedua jenis ikan ini memang harus hidup dialam dan belum mampu untuk memodivikasi sama seperti belida,” lanjutnya.

Kendati demikian ancamannya bukan tidak mungkin suatu saat bibit ikan gabus dan belida ini benar-benar bakal punah jika tidak ada upaya dari Pemkot dan SKPD terkait lainnya.

Atas dasar itulah, lanjutnya. Pihaknya pun terus melakukan upaya untuk penambahan bibit ikan. Dalam kesempatan itupula, Harrey menegaskan harusnya ada resort and development (penelitian dan pengembangan) bagaimana bisa memperbanyak ikan. Apalagi saat ini banyak pedagang yang menjual pempek dari ikan gabus dan ikan belida. “Dalam hal ini, keterlibatan penelitian dan sebagainya sangat dibutuhkan,” tandasnya. (SNI)