IST

PALEMBANG, HS – Sebagai langkah antisipasi banjir, Pemerintah kota Palembang telah memperbanyak jumlah kolam retensi. Tercatat, pada periode 2013 hingga 2018, terdapat 13 kolam retensi baru yang dibangun pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Ahmad Bastari mengungkapkan, kolam retensi yang ada di kota Palembang sebelumnya hanya berjumlah 21. Namun kini telah bertambah hingga 34 kolam retensi.

“Keberadaan kolam retensi ini sangat penting untuk mengatasi genangan air. Apalagi pembangunan kota Palembang sangat pesat sehingga perlu dianggarkan melalui APBD maupun APBN untuk membangun kolam retensi baru,” ungkapnya, Jum’at (25/5).

Meski telah memperbanyak jumlah kolam retensi, namun jumlah yang ada saat masih belum memadai. Karena idealnya, kata Bastari, kebutuhan kolam retensi di kota Palembang mencapai 77. Dimana pada 2018 ini pemerintah kota juga sedang membangun tiga kolam retensi tambahan, dan ini akan terus bertambah.

“Kolam retensi jadi salah satu langkah Pemerintah Kota Palembang dalam mengatasi genangan air yang sering terjadi. Bahkan, di setiap wilayah diminta untuk dapat memiliki kolam retensi sebagai daerah resapan air,” jelasnya.

“Daerah kita ini adalah daerah rendah dan jika hujan sedikit maka terjadi genangan air. Untuk mengatasi hal itu, akan dibangun 100 kolam retensi dan rumah pompa untuk mengatasi genangan,” terang Bastari.

Sementara kolam retensi yang baru dibangun ialah kolam retensi di Tanjung Burung, Komplek Brimob jalan Demang Lebar Daun dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin. Untuk ketiga kolam retensi disiapkan anggaran Rp12,5 miliar dari dana APBN dan APBD.

“Untuk Tanjung Burung lahan sudah dibebaskan, dan akan segera dibangun kolam retensi dengan luas 3.900 meter persegi yang akan mampu menampung air 15 ribu meter kubik air,” terangnya.

Selain itu, dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga sedang mengerjakan kolam retensi di komplek Brimob. Dimana, sedang dalam tahap pengerjaan. “Selama ini wilayah itu sangat dikeluhkan, kedepan tidak akan lagi terjadi genangan air,” ungkapnya.