Alex Noerdin memerhatikan pempek yang ditampilkan saat festival di Palembang Icon

Alex Noerdin memerhatikan pempek yang ditampilkan saat festival pempek di Palembang Icon

PALEMBANG, HS – Festival Pempek Palembang yang digelar di Mall Palembang Icon mendapat sambutan antusias. Di samping menyuguhkan berbagai jenis pempek yang sudah ada, di festival ini  ditampilkan varian baru yang berhasil menarik perhatian pengunjung. Bahkan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin pun terkejut saat merasakan varian terbaru pempek tersebut.

Festival Pempek yang diselenggarakan di Mall Palembang Icon, Kamis (13/10) ini dalam rangka memajukan kuliner khas Kota Palembang, kepadawisatawan luar kota maupun luar negeri dengan menyediakan 16 stan untuk pengunjung yang hadir. Festival ini berlangsung dari tanggal 13 hingga 16 Oktober 2016.

Berbagai jenis pempek yang ditawarkan mulai dari Pempek Ori, Pempek Meledos, Pempek Bear 889, Pempek Ekpress, Pempek Saga Sudi Mampir, Pempek Moco, Pempek Embool, Pempek Nony 168, Pempek beringin, Pempek PakRaden, Pempek Cek Molek, Pempek Athira, Pempek Scream, Pempek Pink, Pempek Udang, Pempek Es Kacang, dan lain-lain.

Selama ini ada 28 varian pempek seperti Pempek Adaan, Pempek Telok,Pempek Kapal Selam, Pempek Kerinting dan lainnya.

“Seperti Pempek Scream, kalau kito makannyo terkejut karena isi dalem pempek itu daging. Pokoknyo macem-macem  namonyo samo rasonyo yang ada di Festival Pempek ini. Jadi sekarang lebih dari 28 varian pempek,” kata Alex Noerdin.

Disampaikan Alex, pempek Palembang ini juga sudah sampai ke internasional. Walaupun jauh pempek tetap tahan lama karena sebelum dikirim harus divacum terlebih dahulu sebelum dikemas.

“Pempek kito ini sampai ke Amerika serikat. Walaupun jauh pempek ini bisa tahan lama karena sebelum berangkat orang Amerika pasti bawa pempek kito dulu,” ungkapnya.

Harapnya, dengan adanya festival ini akan ada perkelanjutan juga diadakan setahun sekali tetapi setahun dua kali” jelasnya.

Kepala Bidang Industri Non Agro Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Sony Maharani mengatakan, pihaknya bersama Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sumsel berkerja sama untuk mendukung  kegiatan ini,

“Kuliner pempek ini sudah sangat maju, Namun, Kita tetap memfasilitasi jika  ada UMKM baru di bidang kuliner pempek kita akan membantun untuk proses penerbitan sertifikat halalnya dan juga bina dengan pelatihan serta alat-alat yang mendukung usahanya,” jelas Sony.

Lanjutnya, proses pembuatan sertifikasi halal akan dilakukan secara berkelompok setelah itu diseleksi baru diajukan ke MUI Sumsel umtuk dikeluarkan sertifikat halal itu MUI.

“Setiap tahun kita mengajukan  kurang lebih 50 sertifikat halal tidak hanya pempek tapi juga kuliner lainnya. Acara ini sebagai investasi bagi mereka dan juga  media promosi bagi UMKM,” tutupnya. (UDI)