PALEMBANG,HS – Di tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel akan melakukan evaluasi secara lebih intensif terhadap kinerja seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal ini sebagai salah satu upaya
dalam mengoptimalkan peranan BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sumsel, Afrian Joni mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terhadap tujuh BUMD milik Pemprov
Sumsel. Yaitu  PT Jamkrida Sumsel, PT Jakabaring Sport City (JSC), PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS), PD Perhotelah Swarna Dwipa, Bank Sumsel Babel, PDPDE, dan PD Prodexim.

Ada beberapa aspek yang akan dilakukan kajian, antara lain dari
kelayakan ekonomi, pelayanan, analisa keuangan dan pasar.

“Dengan demikian akan dapat diketahui apakah sumbangsih BUMD tersebut kepada
Pemprov selama ini sudah sesuai atau belum, dan dapat juga mengetahui kondisi kesehatan dari perusahaan itu sendiri,” katanya Selasa (14/3/2018)

Menurutnya, dari hasil evaluasi ini juga akan menjadi bahan
pertimbangan Pemprov dalam merencanakan suntikan modal tambahan kepada BUMD terkait di kemudian hari.

“Kemudian, jika nantinya dikehatui ada yang tidak sesuai dari salah satu BUMD tersebut, pemegang saham dapat mengambil kebijkaan untuk diusulkan restrukturisasi pada tubuh perusahaan tersebut,” ujarnya

Untuk evaluasi ini juga rencananya akan dilakukan secara berkala atau beberapa kali dalam satu tahun.
Restrukturisasi yang maksud merupakan merubah struktur perusahaan dengan tujuan untuk memperbaiki dan memaksimalisasi kinerja perusahaan. Perbaikan tersebut menyangkut berbagai aspek mulai dari perbaikan portofolio perusahaan, perbaikan permodalan, perampingan
manajemen, perbaikan sistem pengelolaan perusahaan, sampai perbaikan sumber daya manusia.

“Tujuannya tidak lain untuk memperbaiki dan
memaksimalisasi kinerja perusahaan,” pungkasnya

Ia menambahkan, saat ini BUMD yang sudah diajukan untuk dilakukan restrukturisasi yakni Perusahaan Daerah (PD) Prodexim. Hal itu dilakukan mengingat perusahaan tersebut kondisinya dapat dikatakan masuk dalam kategori tidak sehat.

“Perusahaan ini rencananya akan
dihidupkan’ kembali,” katanya.

Untuk itu, pihaknya juga tengah mengajuakan suntikan modal untuk
perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan tersebut. Kemudian, direncanakan jika nantinya sudah tidak ada lagi permasalahan di tubuh perusahaan, maka core binsis perusaan yang ada saat ini akan diperluas atau dengan kata lain menambah jenis usaha baru yang dapat
dikelola perusahaan.

“Salah satunya dengan mengelola lahan transit
oriented development (TOD) di beberapa stasiun LRT,” urainya
bisa dengan merangkul pelaku usaha kecil maupun pengelollaan parkerkendaraanya.

Dengan langkah yang dilakukan tersebut, kata Afrian, tidak hanya PD Prodexim, tapi seluruh BUMD yang lainya juga akan benar-benar memiliki peran yang maksimal dalam mendukung pertumbuhan perekonomian di Sumsel
dan berkontribusi penuh terhadap pendapatan daerah.