PALEMBANG,HS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan mencatat ada sebanyak 72 desa di Sumsel belum mendapatkan pasokan aliran listrik.
“Ya, masih ada 72 desa di Sumsel ini yang belum mendapatkan aliran listrik,” ujar Kepala Bappeda Sumsel, Ekowati Retnaningsih di sela Kilas Balik Provinsi Sumsel Tahun 2013 di Griya Agung, Jumat (28/12/2018).
Dikatakan, yang menjadi latar belakang belum dialirkan listrik di 72 desa tersebut disebabkan karena kondisi letak geografis yang tidak memungkinan untuk mendapatkan pasokan listrik. “Jadi, meski kita surplus listrik, masih ada kendala-kendala yang dihadapi untuk pasokan listrik sendiri di Sumsel,” bebernya.
Meski demikian, lanjutnya, saat ini upaya terus dilakukan untuk mengaliri listrik di daerah-daerah yang belum mendapatkan pasokan listrik. “Sudah ada alternatif untuk dialiri listrik dengan energi terbarukan untuk menyiasati persoalan letak geofrafis tersebut,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan persoalan-persoalan yang belum dituntaskan di Sumsel, bertahap akan diselesaikan.
“Kita selesaikan satu-persatu. Seperti kita ketahui 70 persen APBD di Sumsel akan diprioritaskan untuk dialokasikan ke daerah-daerah pinggiran tentunya di desa-desa,” ulasnya.
Mawardi menyebutkan kebijaka yang akan dilakukan di tahun 2019 nanti akan berbeda dengan kebijakan-kebijakan kepala daerah sebelumnya. “Kita tinggalkan internasional-internasional, kesejahteraan dan kepentingan masyarakat Sumsel yang harus diprioritaskan,” terangnya.
Dikatakan mantan Bupati Ogan Ilir dua periode ini, dirinya bersama Gubernur Sumsel Herman Deru berjanji apabila tidak tuntas menangani persoalan di Sumsel keduanya akan mundur dari jabatan.
“Kebijakan Herman Deru-Mawardi Yahya bertolak belakang dengan kebijakan pemimpin sebelumnya, dan kami berjanji kebijakan-kebijakan yang diterapkan akan pro rakyat, kalau kami ingkar, kami akan mundur dari jabatan,” tutupnya