Sumin Eksan, Kepala SMA Negeri 5 Palembang

Sumin Eksan, Kepala SMA Negeri 5 Palembang

PALEMBANG, HS – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Palembang bertekad mengusung program berslogan 3 P berupa Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi. Agar tampak nyaman di pandang mata, SMA Negeri 5 pun sedang berupaya menciptakan suasana yang bernuansa hijau.

“Insyaallah, kita akan mengubah dan menata penampilan dari sekolah ini. Tidak ada lagi yang namanya pohon besar menutupi bangunan sekolah,” demikian kata Sumin Eksan, Kepala SMA Negeri 5 Palembang kepada HALUAN SUMATERA, Selasa (5/10).

Tak berhenti di situ, lanjut Sumin, SMA Negeri 5 Palembang yang berlokasi di Jalan Laksamana RE Martadinata/Gotong Royong, Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang itu juga merencanakan pembuatan jalur hijau sehingga sekolah terlihat lebih sehat, elok, dan asri.

“Kami berencana memanfaatkan aula sebagai tempat kegiatan seminar, diskusi, dan tempat kegiatan karya ilmiah,” Sumin menyampaikan.

Dalam hal pelayanan sepertinya Sumin Eksan tak ingin dilakukan setentah hati. Ia pun telah memprogramkan ke seluruh tenaga pendidik untuk diwajikan merancang program perangkat pelayanan. Sehingga dengan perangkat pelayanan diharapkan tenaga pendidik bisa lebih maksimal dalam proses belajar-mengajar.

“Kalau tidak membuat perangkat pelayanan ini, akan saya berikan Surat Peringatan (SP) pertama. Jika masih tidak membuat diberikan SP 2. Nah, apabila masih juga, saya tak segan-segan melporkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Palembang sampai ke Inspektorat. Dan, pastinya saya bukan hanya menyuruh para tenaga guru, namun saya juga wajib membuatkan program parangkat layanan tersebut. Jadi, sebelum guru itu mengajar di kelas, saya akan lihat dahulu apa programnya,” dikemukakan Sumin.

Kata Sumin, bila penampilan dan pelayanan telah diwujudkan dengan baik, maka dengan sendirinya SMA Negeri 5 Palembang bersiap untuk menuai berbagai prestasi.

“Ya, prestasi yang diukir oleh siswa-siswi SMA Negeri 5 Palembang cukup membanggakan di hati,” ujar suami dari Sekar Sari SPd ini.

Sumin Eksan menunjukkan penghargaan dari LIPI untuk SMA Negeri 5 Palembang

Sumin Eksan menunjukkan penghargaan dari LIPI untuk SMA Negeri 5 Palembang

Apa yang dicetuskan Sumin pun terbukti. Siswa SMA Negeri 5 Palembang berhasil pemenang ke- 4 di Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke48 2016 yang diselenggarakan oleh LIPI di bawah naungan Menteri Riset dan Teknologi. LKIR terdiri dari empat kategori, yaitu: Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Ilmu Pengetahuan Kebumian, Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan dan Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik.

“Kita bisa bayangkan, 3.204 karya tulis yang dilombakann di LKIR, SMA Negeri 5 Palembang satu-satungan SMA di kota Palembang yang menembus nominasi 4 besar. Jujur, saya merasa kagum atas penghargan ini,” dituturka Sumin.

Bagaimana dengan pendidikan karakter di SMA Negeri 5 Palembang? Sumin memaparkan, SMA Negeri 5 Palembang melaksanakan keimanan dan ketakwaan. Tak kurang dari 900 peserta telah diberikan program Jam ke 0 yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Palembang.

“Peserta didik pukul 06.30 sudah harus masuk ke halaman sekolah dan mereka mengaji bersama. Hari Jumat, kita adakan ceramah agama yang semua petugas dipraktikan ilmu oleh peserta didik, kecuali imam,” ucap Sumin..
Di hari-hari biasa, sebelum jam belajar dimulai, seluruh siswa-siswi memberikan hormat kepada guru-guru. “Jika ada siswa yang datang terlambat akan kita berikan teguran,” cetusnya.

Siap Bersinergi
Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) kewenangan pengelolaan SMA dan SMK oleh provinsi, bukan suatu hal yang luar biasa. Karena sejatinya pemprov Sumsel Sendiri telah berkomitmen untuk memposisikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Bahkan, di Sumsel, jumlahnya mencapai 9.507 orang atau 94,02 persen dari total pegawai yang dialihkan ke pemprov Sumsel yang berjumlah 10.111 orang.

“Karena itu, saya menilai pengelolaan SMA dan SMK oleh pemprov Sumsel sudah tepat. Ini bagian untuk mensinergiskan dunia pendidikan dengan pemerintah,” kata Sumin.

Tenaga pendidik foto bersama di halaman tengah SMA Negeri 5 Palembang

Tenaga pendidik foto bersama di halaman tengah SMA Negeri 5 Palembang

Dengan lugas Sumin menyampaikan, SMA Negeri 5 Palembang sangat mendukung kebijakan yang kini sedang dilakukan pemvrop Sumsel. “Tengoklah slogan yang dibuat gubernur Sumsel yaitu Sumsel Gemilang. Makanya, kita juga ingin mendukung dan menyukseskan program tersebut,” ucapnya. (ERS)

Kisah Air Mata Sumin

Guru itu harus menjadi teladan bagi semua peserta didik dan masyarakat. Inilah sekelumit petuah yang disampaikan Sumin Eksan yang kini dipercaya Kepala SMA Negeri 5 Palembang. Siapa sangka Sumin yang pernah mengabdi jadi tenaga guru di Jalur 25, Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kini jalan karirnya tergolong mulus.

Buah hati pasangan Sumin Eksan Bin A Rahim dengan Kahminah ini berkisah sedari kecil ia memang sangat terkesan dengan profesi guru. Kekaguman Sumin begitu menggelora saat ia menyaksikan seorang guru yang pernah mendidiknya di kala di bangku sekolah menengah atas.

“Saya betul-betul kagum dengan guru saya, namanya Pak Hasan yang mengajar di SMA Negeri 10 Palembang. Sampai dia pensiun, pengabdiannya tak berbatas,” Sumin coba membalik kisah.

Banyak pengalaman berharga yang dicontohkan Hasan kepada anak didiknya. Alhasil, segala ilmu yang diajarkan Hasan kepada anak didiknya hingga sekarang terus mengalir.

“Kalau saya ingat-ingat kisah Beliau (Pak Hasan), sampai-sampai saya meneteskan air mata,” katanya.

Tutur Sumin, kekaguman peserta didik kepada gurunya apabila satunya kata dengan perbuatan. Ini pula yang membuat Sumin kian yakin guru adalah profesi yang dicita-citakan. Dari sekian ilmu yang pernah disampaikan, nampaknya Sumin masih ingat dengan katga-kata sang gurunya yang bunyinya.

Peserta didik tampak sedang memasang kuda-kuda saat pelajaran olahraga

Peserta didik tampak sedang memasang kuda-kuda saat pelajaran olahraga

“Kalau saya sehari saja telat ke sekolah, silakan kalian (peserta didik) balas 10 kali. Sehingga pukul 06.30 WIB, Pak Hasan sudah menginjakkan kakinya di sekolah. Manajeman waktunya bagus sekali,” kata Sumin yang pernah dinobatkan Guru Terpavorit di SMA Negeri 1 Palembang.

Ayah dari Fuad Wahid kini berkuliah di ITM Malaysia, Edo Majid yang kuliah di Politeknik Sriwijaya, Fahmi Rauf masih sekolah di SMA Negeri 1 Palembang, dan Dinda Aulia yang duduk di bangku Sekolah Dasar Negeri 3 Palembang ternyata memiliki prinsip maju tidaknya seseroang lihatlah dari cara makan.

“Orangtua saya bilang begini. ‘Kalau orang itu makannya banyak dan cepat, dia akan cepat maju. Lain halnya dengan orang yang malas makan’. He..he..he,” ujar Sumin. (ERS)