PALEMBANG, HS – Komunitas budaya asal Sumatera Selatan abadikan semangat sastra tutur Geguritan Bungin Ndie yang amat kental dengan tradisi Besemah. Kelak akan lahir ‘penjaga’ tradisi budaya yang tangguh seperti Rejung Pesirah.

Sastra bertutur Geguritan Bungin Ndie salah satu warisan kesenian asal Sumatera Selatan yang masih bertahan. Lagi-lagi tradisi ini pun mendapat ‘tempat’ di hati peserta Apresiasi Komunitas Budaya Nusantara 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI di Tanggerang Selatan, belum lama ini.

Pesona Sastra Tutur Geguritan Bungin Ndie memang cukup dikenal oleh penduduk yang bermukim di tanah Besemah. Namun, komunitas Rejung Pesirah selain fokus memelihara, melestarikan, menyegarkan, serta mengakrabkan Geguritan ini juga tak lupa mengenalkannya hingga ke penjuru Nusantara.

“Alhamdulillah. Komunitas Rejung Pesirah turut serta diundang saat gelaran AKBN di Tanggerang Selatan sejak tanggal 24-25 Maret 2018 di atrium Bintaro Jaya X Change Tanggerang Selatan. Dan, tentunya ini adalah kebanggaan bagi kita semua dan para seniman. Apalagi, komunitas yang diundang mencapai 21 perwakilan dari seluruh Nusantara,” ungkap Vebri Al Lintani yang kini menjabat Ketua Dewan Kesenian Kota Palembang sekaligus pemimpin Orkes Rejung Pesirah.

Hebatnya lagi, Vebri Al Lintani pun memeroleh kehormatan mewakili 21 perwakilan komunitas se-Nusantara untuk menutup kegiatan apresiasi budaya.

“Melalui ajang apresiasi ini diharapkan muncul figur-figur pelaku seni yang patut kita teladani,” ucapnya. (Helmi)