Ilustrasi

Ilustrasi.

BANYUASIN, HS – Sebanyak 43 orang yang tercatat sebagai penduduk di Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, saat ini tengah menderita gangguan kejiwaan atau lebih dikenal di masyarakat dengan istilah gila.

Sayangnya, Puskesmas Daya Utama, Kecamatan Muara Padang, kekurangan stok obat untuk menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Banyuasin.

Camat Muara Padang, A Dwi Sulistiono menyebutkan, tingginya jumlah ODGJ yang mencapai 43 orang dari tujuh desa berada di lingkup kerja Puskesmas Daya Utama Kecamatan Muara Padang, sehingga menyebabkan kesulitan mendapat obat tersebut.

“Kondisinya obat di Puskesmas terbatas, sedangkan mereka perlu pengobatan rutin. Kemana harus membeli obatnya sebab tidak ada dijual di toko obat, hanya tempat tertentu saja,” katanya.

Sebelumnya ada tiga orang yang dipasung oleh kelurganya, tapi sudah ditangani Puskesmas untuk dirujuk Rumah Sakit Ernaldi Bahar, Palembang. Pulang dari sana, satu orang direhabilitasi di Panti Sosial Al Ikhlas, Talang Keramat.

“Kita sudah meminta dengan Dinas Sosial Banyuasin jika ODGJ yang penyakitnya sudah parah untuk dititipkan di Panti Sosial,” terangnya.

Dwi mengatakan pihaknya telah meminta ada penambahan obat kepada Dinas Kesehatan Banyuasin. Namun sayangnya, walau telah lama diusulkan, hingga kini belum direalisasikan

“Makanya kita minta solusi dari instansi terkait bagaimana cara menanganinya, jika obatnya tidak ada,” tegasnya.

Wakil Bupati Banyuasin, SA Supriono meminta, Camat untuk mencari sebab tingginya jumlah orang gila disana. Ia minta kepada instansi terkait untuk cepat ditangani dan dicarikan solusinya.

“Saya minta kepada camat cari tahu apa masalah ya sehingga di wilayah sana banyak orang gila,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Banyuasin, Roni Utama mengatakan sesuai dengan undang-undang kalau dinasnya fokus dengan orang terlantar baik itu gila maupun tidak gila. Apabila mereka masih punya keluarga harus dibawa ke Rumah Sakit Jiwa dan mestinya itu Dinas Kesehatan yang membuat rujukan agar dapat ditangani.

“Sejauh ini sudah ada upaya kami telah menitipkan sebanyak 23 orang gila di Kabupaten Banyuasin kepada panti yang menangani penyakit khusus di Talang Keramat,” pungkasnya. (RAM)