PALEMBANG,HS – Terkait perjanjian kredit di Bank Sumsel Babel Syariah, Pengadilan Agama Palembang melakukan sita eksekusi dua bangunan Hotel DP di dua tempat berbeda sejak, Selasa (4/12/2018) lalu.

Dengan didampingi pihak Polresta Palembang, Polsek Sukarami, Polsek IB I, serta pihak Pengadilan Agama, kedua Hotel DP yang berlokasi di Jalan Kolonel Burlian serta Jalan Soekarno Hatta Palembang langsung dilakukan sita eksekusi oleh pihak Pengadilan Agama.

Kuasa Hukum Bank Sumsel Babel, HM Antoni Toha SH MH dan Rekan menjelaskan, dengan adanya perjanjian kredit di Bank Sumsel Babel Syariah oleh seorang berinisial SS yang menurutnya belum menyelesaikan kewajiban, maka pihaknya sengaja ajukan permohonan sita eksekusi melalui Pengadilan Agama.

“Kami mengajukan permohonan sita eksekusi melalui Pengadilan Agama karena perjanjiannya itu perjanjian Syariah,” katanya beberapa waktu lalu

Menurut Antoni, setelah tempo yang telah ditetapkan dan diberikan surat peringatan dari Bank melalui surat kuasa hukum (SKH) untuk selama tiga kali, maka pihak Bank Sumsel Babel memberikan Kuasa ke Kantor Hukumnya dan meminta SS agar dapat memenuhi kewajibannya.

“Sudah kita somasi dua kali serta sudah kita datangi untuk ketemu orang yang bersangkutan, tetapi sampai pada saatnya respon tidak ada. Maka pada bulan September, kami mengajukan permohonan sita eksekusi melalui Pengadilan Agama,” tegasnya.

Berdasarkan permohonan dan telah diteliti oleh pihak Pengadilan Agama, maka dinyatakan kelayakan untuk disita bangunan tersebut.

Masih dijelaskan Antoni, SS melalui Kuasa Hukumnya sebelumnya juga meminta waktu delapan hari untuk menyelesaikan kewajibannya. Meski waktu telah diberikan, pihak SS masih belum dapat menyelesaikan kewajibannya.

“Oleh karena itu pihak Pengadilan Agama melalui Ketuanya mengatakan bahwa patut untuk dilakukan sita eksekusi. Tadi telah kita laksanakan sita eksekusi di dua tempat yang berbeda, satu di P Hotel yang berada di Jalan Kolonel Burlian, di depan taman wisata Punti Kayu, dan yang kedua P Hotel di Jalan Soekarno Hatta,” jelasnya.

Ditambahkannya, meski saat ini telah dilakukan sita eksekusi, namun untuk oprasionalnya masih dapat berjalan.

Menurutnya, guna menjamin kreditur, objek tersebut tidak dapat untuk dipindah tangankan.

“Sampai pada saatnya belum juga ada etikad baik, maka objek ini akan kita lelang, begitu proses lelang telah selesai dan masih belum menyelesaikan kewajiban, maka akan kita lakukan eksekusi dan pengosongan,” tuturnya.

Setelah proses sita ekselusi tersebut, pihaknya akan segere mengajukan proses lelang.

“Kalau nanti hasil lelang itu melampaui daripada pinjaman, kita akan kembalikan kepada yang bersangkutan,” jelasnya