PALEMBANG,HS – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel mengapresiasi Rancangan Undang-Undang (RUU) kewirausahaan nasional DPR RI. Bahkan,  organisasi pengusaha muda ini juga bakal membantu untuk mendorong percepatan RUU Pansus. 
Ketua HIPMI Sumsel,  Akbar Alfaro mengatakan sebagai fasilitator pengembangan dunia usaha HIPMI telah menyiapkan berbagai program untuk membantu percepatan RUU Pansus. Salah satunya adalah dengan kerjasama dengan seluruh bank umum yang ada di Bumi Sriwijaya untuk memberikan pinjaman modal kepada para pengusaha muda. 
“Kita harap nantinya supaya bank umum dapat mengalokasikan 40 persen pijnjaman untuk kredit usaha para wirausaha muda yang baru mau merintis,” ujarnya,  Rabu (13/2/2019).
Untuk meningkatkan sektor usaha, Akbar menyebut juga harus ada peraturan pinjaman lunak dari bank bagi mahasiswa tanpa agunan serta bebas biaya perizinan bagi pengusaha pemula dan mahasiswa.
Tak hanya itu, pemerintah juga harus ikut berperan dengan menganggarkan sebesar 5 persen dari APBD atau APBN untuk sektor kewirausahaan.
“Sehingga dengan hadirnya pmerintah bisa berpihak kepada sektor usaha, maka akan berdampak pada kapasitas pengusaha lokal da UMKM yang berkualitas,” tegas Akbar yang juga caleg DPRD Kota Palembang Dapil V

Ia menambahkan, pemerintah harus membuat regulasi untuk investor baik asing maupun nasional agar dapat menggandeng pengusaha lokal ketika akan berinvestasi ke provinsi Sumsel. Dengan poin-poin yang diajukan, HIPMI Sumsel berharap bakal banyak bermunculan para pengusaha muda.
“Di dunia pendidikan sektor usaha juga harus jadi perhatian, harus ada pelatihan di sekolah dan kampus bila perlu masuk ke dalam kurikulum,” harapnya

Sementara Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menilai Terbentuknya RUU kewirausahaan ini sangat penting, karena  akan menentukan nasib masyarakat yang ada di garis menengah kebawah. Ia pun yakin, hadirnya RUU ini akan banyak membantu para pelaku usaha. Terutama dalam membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan yang ada di Sumsel.
Melalui Undang-Undang ini, lanjut Wagub  bukan tidak mungkin akan berimbas langsung dalam meningkatkan taraf hidup rakyat dari kalangan menengah kebawah khususnya pelaku UMKM.
“Kami melihat disinilah tempatnya melalui RUU ini nantinya para  pelaku usaha yang ada di tingkat level UMKM dapat bergerak sehingga dengan sendirinya akan berkembang pada sektor real,” tutupnya.