asPALEMBANG – Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan proses pembelajaran, karena guru merupakan “key person” yang berhadapan langsung dengan siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Kota Palembang H. Ahmad Zulinto, S.Pd.MM mengatakan,”Kepala sekolah dan guru dikumpulkan disetiap Kecamatan khususnya Kecamatan Kertapati dipandang perlu dengan alasan agar Disdikpora dan Pemerintah Kota(Pemkot) dapat dengan mudah memberikan pembinaan,hal tersebut dikarenakan banyaknya permasalahan bagi guru yang akan disampaikan terutama masalah kode etik guru,tentang cara mendidik anak didik disekolah sering terjadi permasalahan antara guru dan orang tua murid,”ujarnya, disela kegiatan sosialisasi peningkatan kinerja guru di Gedung Guru PGRI Palembang.kemarin.

lebih lanjud zulinto mengatakan “Pembinaan dan pemahaman yang diberikan juga terkait tentang pendanaan sekolah,kekurangan guru dan lain sebagainya,dengan diikut sertakannya pemkot dalam pembinaan ini supaya nantinya ada masukan dan solusi bagi guru.Sehingga dunia pendidikan akan menjadi lenih baik serta membuat kajian – kajian data yang palit didalam berbagai hal”,Jelasnya.

zulinto juga mengingatkan akan pentingnya peranan guru dalam menentukan keberhasilan pembelajaran, karenanya guru dituntut memiliki kinerja yang tinggi, yaitu seperangkat kemampuan kerja/unjuk kerja guru dalam menjalankan tugas-tugasnya, terutama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan proses belajar mengajar secara profesional sesuai etika profesi keguruan.

Dalam kesempatan ini Zulinto juga meminta Pemerintah kota Palembang untuk dapat menambah intensif bagi guru honor ,
“Kami mohon agar Ibu Wawako (Fitri) dan Bapak Wali Kota Palembang (Harnojoyo) dapat mensetujui adanya penambahan insentif untuk guru honor di Kota Palembang,” harapnya

Menanggapi permasalahan tersebut di atas, Wawako Palembang Fitrianti Agustinda SH yang juga hadir mengatakan, pihaknya pasti mensetujui usulan tersebut dan akan berupaya agar disetujui oleh pemerintah pusat dalam anggaran tahun 2017 mendatang. “Kami pasti memyetujui usulan tersebut, namun keputusan kembali kepada pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Fitri, acara kali ini bertujuan agar dirinya dan para guru yang ada di Kota Palembang dapat mengenal lebih jauh lagi, sehingga ia dan pemerintah Kota Palembang dapat mengerti apa saja yang perlu dikurangi dan ditambah dalam memajukan dunia pendidikan. “Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, jadi kami berharap agar masyarakat bersinergi memebantu kami untuk mensejahterakan guru,” tutupnya.(Hsn)