Tampak penghuni rusunawa Kertapati melakukan aktivitas

Tampak penghuni rusunawa Kertapati melakukan aktivitas

PALEMBANG, HS – Minat masyarakat untuk menempati rumah susun sewa (rusunawa) di Kertapati masih tergolong rendah atau kurang peminat. Dari 297 unit yang disiapkan, baru terisi sebanyak 34 unit.

Asisten IV Setda Kota Palembang,  Agus Kelana kepada HALUAN SUMATERA, menyebutkan rendahnya minat masyarakat tinggal di rusunawa karena banyak faktor.

“Angkutan transportasi yang masih belum banyak di sana menjadi salah satu kendala. Karena itu masih sepi,” cetus Agus, usai rapat di ruang Rapat II Pemkot Palembang,  Selasa (11/10).

Sarana dan prasarana seperti sekolah dan pasar yang belum memadai, juga jadi alasan masih sepinya hunian di rusunawa tersebut. Sebab itu, pemerintah kota Palembang terus berupaya untuk melengkapi segala fasilitas di rusunawa.

“PDAM sudah ada dan untuk keperluan lainnya akan segera dipenuhi karena itu, makanya kita rapatkan terkait hal ini,” katanya.

Jelas Agus, sekolah di kawasan tersebut sudah ada, tapi milik swasta. Ada pula sekolah yang lain, tapi sekolah tersebut masuk ke Kabupaten Ogan Ilir.

“Kita terus lakukan kajian, dan upaya agar masyarakat berminat tinggal di sana,” ucapnya.

Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) Palembang, Antoni Rais, menyampaikan, pihaknya saat ini sedang memperbaiki fasilitas rusunawa yang rusak. Seperti atap bocor dan kabel listrik yang banyak hilang. Anggaran perbaikan tersebut didapatkan dari bantuan Kementerian Perumahan Rakyat.

“Perbaikannya menelan biaya sebesar Rp 2,7 miliar,” kata Antoni, seraya menambahkan, tahun depan akan disiapkan lagi Rp 1 miliar untuk perbaikan di lingkungan sekitar rusunawa.

Tutur Antoni, rusunawa yang terdiri dari 6 tingkat dan 4 blok tersebut sejak diserahkan pengelolaannya kepada SP2J, juga dipersiapkan untuk warga rumah susun 24 Ilir dan 26 Ilir yang terkena relokasi.

Hanya saja sampai dengan saat ini dikarenakan fasilitas sarana dan prasarana yang belum memadai sehingga warga rusun 24 ilir dan 26 ilir belum mau pindah kesana.

“Kita akan buat rusunawa Kertapati ini semenarik mungkin. Rute angkutan transmusi pun sudah kita tambah, dari terminal Karya Jaya, memutar masuk ke sana. Pustu pun akan kita siapkan,” ungkap Antoni.

Bahkan untuk menarik warga rusun untuk menyewa di sana, pihaknya juga sudah mengajak mereka untuk melihat langsung ke lokasi.

“Sudah banyak yang daftar. Tapi karena sarana dan prasarana yang masih kurang, ditambah sedang ada perbaikan, jadi masih kita tampung dulu. Kami juga menerima dan memperhatikan masukan-masukan dari penghuni rusun di 24 Ilir dan 26 Ilir soal perbaikan rusunawa Kertapati ini,” ujar Antoni. (UDI)