Foto: IST

PALEMBANG, HS – Pertandingan pekan ke-11 Liga 1 2018 antara Perseru Serui melawan Sriwijaya FC kemungkinan besar akan tersaji di tempat netral. Keharusan tuan rumah menggelar pertandingan di malam hari menjadikan Cendrawasih Jingga sulit bertarung di Stadion Marora, Serui.

Stadion yang berada di Kabupaten Kepulauan Yapen itu terkendala kualitas penerangan. Padahal, duel kedua tim pada 27 Mei 2018 akan berlangsung di bulan Ramadhan.

Dengan mayoritas para pemain penganut Agama Islam, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan pertandingan harus digelar malam hari. Jadwal pertandingan juga tidak akan berubah kendati pertandingan digelar di bulan Ramadhan.

Sebagaimana surat edaran kepada 18 klub kontestan Liga 1 dengan nomor 167/LIB/V/2018 pada tanggal 7 Mei 2018, PT LIB menyampaikan penegasan terkait jadwal pertandingan di bulan Ramadhan berlangsung sesuai agenda.

“Surat edaran soal jadwal pertandingan di bulan puasa sudah kami terima. Intinya tidak ada perubahan seperti jadwal yang telah disusun. Hanya saja penegasan tim selama bulan puasa tidak boleh mengajukan perubahan jadwal,” ungkap Sekertaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid.

Menurut Faisal, surat elektronik yang ditanda tangani Chief Executive Officer Risha Widjaya juga menegaskan poin kedua kepada klub. Yakni seluruh klub tuan rumah wajib memainkan pertandingan kandang di stadion yang telah disetujui atau terverifikasi PT LIB.

Namun seadainya klub yang terkendala persiapan stadion home, karena belum memenuhi ketentuan dan ada insiden kendala perizinan, diminta untuk menetapkan stadion alternatif selambat-lambatnya pada 11 Mei 2018.

“Kalau untuk stadion kita tidak ada kendala, selama ini Sriwijaya menggunakan Gelora Sriwijaya. Kami juga telah mengajukan stadion home kedua di stadion Madya Bumi Sriwijaya,” jelasnya.

Dengan demikian laga Perseru Serui kontra Sriwijaya FC yang akan berlangsung bulan ramadhan nanti berpeluang untuk pindah home base mengingat Stadion Marora tidak memungkinkan mengggeld pertandingan di malam hari.

“Kita tunggu saja, kalau jadwal tidak bisa berubah. Tapi untuk tempat mungkin bisa tergantung stadion mana yang diusulkan untuk menjadi tempat alternatif,” terang Faisal.