Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar.

Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar.

MUARAENIM, HS – Bupati Muaraenim, Ir H Muzakir Sai Sohar,  meminta kepada ketiga perusahaan angkutan batubara yang melintas wilayah Muaraenim untuk benar-benar mematuhi isi klausul dispensasi yang telah dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel.

Seperti tidak boleh parkir dalam kota Muaraenim, mobil harus ada stiker masing-masing perusahaan, jika berjalan jangan konvoi, waktu pulang jangan kebut-kebutan, tonase kendaraan tidak boleh melebihi ketentuan, pengepakan harus rapi, truk batubara boleh melintas hanya pada malam hari, plat nomor kendaraan harus wilayah Sumsel dan lain-lain.

“Begitu juga, untuk supir harus benar-benar mempunyai SIM bukan supir tembak yang sering menyebabkan lakalantas hingga merenggut korban jiwa. Jika kendaraan tersebut melanggar isi dispensasi tersebut maka harus ditilang,” tegasnya.

Dalam rapat angkutan batubara yang digelar tanggal 11 November lalu, Pemkab Muaraenim mengundang tiga pimpinan perusahaan angkutan batubara yakni PT Ampera Pulau Kemarau (APK), PT Djan Resources dan Perusda Kabupaten Lahat. Namun hanya Perusda Lahat yang dihadiri oleh pimpinan perusahaan, sementara dua perusahaan lain hanya mengirim perwakilan yang tak dapat mengambil keputusan.

Dirut Perusda Lahat, Mahmud Ibrahim, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dispensasi dari Gubernur Sumsel untuk angkutan batubara pada tanggal 28 Oktober 2016 dengan rute Kabupaten Lahat, Muaraenim dan PALI menuju pelabuhan PT EPI di Muara Lematang.

Selanjutnya, Pemkab Muaraenim akan memanggil manajemen PT Titan pemilik jalan khusus batubara untuk duduk bersama membicarakan masalah angkutan batubara. Dan yang tidak kalah penting adalah masalah CSR untuk daerah yang dilintasi. (EDW)