PALEMBANG,HS – Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 hijiria dan Idul Fitri. Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi Sumsel, di bantu TNI, Polri serta petugas BNN, menggelar operasi penertiban gangguan ketentaraman dan ketertiban umum di Sumsel.
Giat operasi yang digelar puluhan petugas gabungan ini dimulai sejak pukul 21.00 Wib sampai 01.00 Wib, Kamis (2/5). Usai menggelar apel petugas langsung menuju ke kawasan jalan Veteran dan langsung memasuki kawasan tempat hiburan Seleberiti Cafe lalu menyisir cafe kawasan jalan M Isa, disini petugas mengamankan beberapa pengunjung dan karyawan cafe yang tidak membawa kartu identitas pengenal diri.
Petugas mendatangi tempat hiburan malam dikawasan R Sukamto yakni Venus disini petugas berhasil mengamankan warga negara asing (WNA) Singapura yang tidak membawa kartu pengenal saat asyik bernyanyi dan dibawah untuk diamankan. lalu menuju kawasan Banyuasin mengarah ke pelabuhan Tanjung Api Api dan petugas langsung memasuki penginapan tiga putra.Disini, ada 6 pasangan yang tidak bisa menunjukan buku nikah sehingga langsung diamankan untuk didata.
Tak hanya, sampai disitu petugas kembali menyasar tempat hiburan elit dikota Palembang, kali ini menuju Mansion.Namun, karena diduga bocor tidak ada satu pengunjung yang didapati didalam room. Meskipun, didalam satu ruangan ditemukan rokok yang masih menyalah,tas, handphone dan jaket.
Seakan tak mau kecolongan petugas langsung menyasar ke hall Mansion dan didapati puluhan LC dan saat dimintai menunjukan surat domilisi tinggal di Palembang mereka tidak bisa,sehingga langsung diamankan dengan menaiki mobil truk Saat Pol PP yang sudah disiapkan.Terakhir, petugas menuju kawasan tempat hiburan di komplek Ramayana disana petugas mengamankan satu pengujung yang tidak membawa kartu identitas dan oknum yang mengaku anggota polisi namun saat akan diamankan tidak bersedia.Karena tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan setelah menunggu beberapa saat akhirnya petugas meninggalkan lokasi.
Kasat Pol PP Pemprov Sumsel, Aris mengatakan giat razia yang dilakukan guna menyambut bulan suci ramadhan sehingga pihaknya menghimbau agar tempat hiburan malam seperti diskotik, cafe dan beberapa hotel agar tidak beroperasi selama bulan suci ramadhan sejak H-1 hingga H-2.
“Untuk giat malam ini ada beberapa yang kita amankan. Antara lain 32 warga yang tidak memiliki KTP atau surat domilisi tinggal di Palembang atau Sumsel.6 pasangan asusila dan satu WNA,” tutupnya