Tampak mobil hilux yang ditabrak KA Sindang Marga dievakuasi dengan menggunakan crane.

Tampak mobil hilux yang ditabrak KA Sindang Marga dievakuasi dengan menggunakan crane.

MUARAENIM, HS – Akibat kelalaian petugas penjaga palang pintu kereta api di perlintasan rel yang menghubungkan Pasar Muaraenim dengan Kelurahan Tungkal, Kabupaten Muaraenim sebuah mobil Hilux ditabrak kereta api hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Diduga petugas sinyal KA terlambat menutup pintu palang KA, sebuah mobil Hilux KT 8037 KG yang dikendarai oleh Syafriadi (22) warga karyawan PT AMR, Desa Karang Anyar, Lahat pada Senin (14/11) sekitar pukul 23.20 WIB ditabrak oleh KA Sindang Marga dengan nomor lokomotif CC 2018310 yang dimasinisi oleh Jarot dan Asisten Masinis Faisal, di pintu perlintasan KA Tungkal, Muaraenim.

Akibat tabrakan tersebut, satu orang penumpang Hilux bernama M Rizal (18), warga Desa Tanjung Jati, Muaraenim, karyawan PT AMR, menderita patah tulang leher dan meninggal dunia di RSUD dr HM Rabain Muaraenim. Sedangkan satu orang penumpang Hilux bernama Arles, berhasil selamat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Selasa (15/11), kejadian bermula ketika korban ke Pasar Muaraenim untuk membeli makanan martabak. Setelah itu, korban Syafriadi dengan mengendarai mobil Hylux bersama dua penumpang lainnya M Rizal dan Arles, bermaksud akan pulang ke pool perusahaan.

Namun ketika mobil di tengah-tengah posisi pintu perlintasan KA Tungkal, tiba-tiba datang KA Sidang Marga dari arah Lahat menuju Palembang sehingga tabrakan tidak terelak lagi.

Akibat kerasnya tabrakan membuat mobil Hilux terseret dan mental hingga 10 meter dengan kondisi ringsek dan rusak parah yakni bak kendaraan lepas dan beberapa ban mobil lepas hingga puluhan meter dari lokasi kejadian.

Menurut penjaga palang pintu perlintasan KA Tungkal, Handayono (21) outsourching PT MJM (Mandiri Jaya Makmur), bahwa sebelum kejadian ia sudah mendapat sinyal dari stasiun Banjarsari bahwa akan ada KA Sindang Marga yang akan melintas.

Namun ketika kejadian, ia fokus terhadap kedatangan KA Sindang Marga dan tidak terlalu memperhatikan kedatangan mobil Hilux, yang tahu-tahu sudah berada di tengah-tengah rel KA Sindang Marga sehingga terjadilah tabrakan.

“Saya pada saat itu panik, apakah mau menutup palang pintu atau menghentikan laju mobil,” ujar Handoyo.

Kapolres Muaraenim, AKBP Hendra Gunawan melalui Kasatlantas AKP Adik Listyono, menyatakan bahwa dari pemeriksaan sementara, kecelakaan tersebut akibat kelalaian petugas yang menjaga pintu perlintasan KA Tungkal.

“Nanti kita akan memeriksa pejabat PT KA, apakah yang bersangkutan sudah benar-benar berkompetensi atau belum melakukan penjagaan pintu perlintasan dan seterusnya. Dan saat ini, yang bersangkutan kita jadikan tersangka,” ujar Hendra Gunawan.

“Nanti kita periksa semua pihak terkait termasuk manajemen PT MJM dan pejabat PT KA untuk mengetahui permasalahannya, jadi tidak bisa menyalahkan penjaganya saja,” ujar Kasatlantas. (EDW)