123PALEMBANG,HS – Salah satu rangkaian HUT PGRI dengan digelarnya beberapa kegiatan diantaranya lomba pengucapan UUD 1945. Ikrar guru dan pengucapan pembukaan UUD 1945 menjadi hal yang wajib di hafal lantaran akhir akhir-akhir ini ikrar hanya berupa acara ceremoni.

Dalam rangka hari guru HUT PGRI (persatuan guru republik Indonesia) yang ke 71 keduanya wajib di hafalkan karena sebagai guru harus mencontohkan yang baik kepada para murid dan bukan hanya ucapan janji saja. Ungkap Fir Azwar selaku ketua pelaksana lomba pengucapan ikrar di Aula SMK N 3 Rabu (23/11).

Azwar menjelaskan, Jadi ikrar guru adalah sebuah esensi sebagai bentuk tanggung jawab guru, mengingat sebagai guru ini lah taggung jawab guru.

“Karena pembukaan UUD (undang undang dasar) itu hatinya negara. Apabila kita menyeleweng artinya mengkhiati hati bangsa Indonesia oleh sebab itu kita adakan acara perlombaan pengucapan ikrar guru dan pengucapan UUD “ucapnya
Tak hanya itu, lanjutnya dalam acara HUT PGRI juga digelar acara donor darah yang pesertanya sendiri untuk umum namun di prioritaskan kepada guru guru.

“Mungkin target 200 donor darah, itu sukarela, dan terbuka untuk umum namun prioritas untuk guru, kita dibantu dari PMI (palang merah indonesi) yang melakukan donor darah sejauh ini setiap tahun terus meningkat” ungkapnya
Sementara untuk peserta pengucapan ikrar guru dan pengucapan UUD 1945 ada sebanyak 120 peserta dan setiap cabang pengurus PGRI mengirimkan 16 pegurus

“Dan setiap pengurus Mengirim 8 peserta ada 4 pembukaan UUD, dan 4 ikrar guru dan untuk tim penilai ada juri yang berkopeten perwakilan guru dan perwakilan PGRI ” tukasnya

Di tempat yang sama, ketua pelaksana HUT PGRI Kota Palembang Hasanuddin,S.Pd,MM mengungkapkan, acara ini digelar agar memahami makna dan isi UUD 45 di kehidupan sehari hari.
“Ada dua acara salah satunya tadi pembukaan uud 1945 dan pembacaan ikrar guru intinya supaya guru tersebut memaknai arti dari ikrar guru tersebut” ungkapnya

Sementara untuk acara donor darah, hasan menambahkan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan terhadap lingkungan.
“Karena hingga saat ini masih banyak yang kekurangan darah dan harapanya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bagi orang orang yang sedang sakit dan sangat membutuhkan darah,” tukasnya.

Sementara itu, Salah satu peserta lomba ikrar guru Indonesia, Hj Susilawati, S.Pd MM, dari SD Negeri 57 Palembang, mengatakan sudah mempersiapkan diri sejak 4 hari lalu sebelum perlombaan. “Selama ini belum hapal di luar kepala, jadi salah satu persuapan adalah menghapal. Selain itu juga mengatur suara, jeda, dan intonasi. Karena usaha usadah maksimal saya optimis bisa menang,” ujarnya.

Susilawati mengakui, sebelumnya dirinya belum begitu hapal dengan ikrar guru Indonesia ini. “Dengan adanya perlombaan ini memotivasi kami sebagai guru untuk menghapal ikrar ini. Dan kalau sudah hafal tentu lebih memidah memahami dan mengaplikasikannya,” ujarnya (Hsn).