unnamedPALEMBANG,HS – Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan melaksanakan sunatan massal terhadap siswa SD yang ada di kota Palembang.

Pantauan Media terlihat anak-anak berseragam merah putih didampingi orang tuanya berbaris memanjang menunggu giliran pendafataran sunatan massal yang di gelar secara gratis. Tidak tampak wajah tegang sedikit pun saat mendaftarkan diri di Gedung Guru PGRI, Selasa (22/11).

Suasana berbeda kontras terlihat di ruangan eksekusi, beberapa tim medis sudah siap dengan peralatan lengkap. Anak-anak yang mendapatkan giliran terlihat begitu tegang bahkan ada beberapa anak yang menangis saat akan disunat. Namun dengan telaten dan sabar orang tua dan tim medis meyakinkan anak-anak agar sunat yang dilakukan tidak lama dan tidak sakit

Begitulah gambaran kegiatan sunatan massal yang digelar oleh PGRI Sumsel, dalam rangka memperingati HUT PGRI ke 71 dan juga memperingati Hari Guru Nasional (HGN).

Kegiatan yang berlangsung di aula Lelasangguna Daik Lingga itu, melibatkan medis dan para medis dari Puskesmas Kecamatan Lingga.

Wakil Ketua PGRI Sumsel, Bukman Lian, mengatakan, kegiatan sunatan massal ini merupakan kegiatan tahunan. “Hanya saja pelansanaan sunatan massal kali ini kami fokuskan di satu tempat. Berbeda dati yahun lalu yang dilakukan menyebar di seluruh kecamatan,” ujarnya.

Dia melanjutkan, untuk peringatan PGRI di tahun berikutnya, pihaknya akan berusaha meningkatkan kegiatan-kegiatan tersebut. “Tahun ini kami menyediakan untuk 60 anak, tapi tidak menutup kemungkinan jika jumlahnya lebih tetap akan kami layani. Kami juga memberikan bingkisan berupa sarung, topi, dan baju koko,” ujarnya

Sementara itu, Safroni, salah satu orang tua murid yang menemani anaknya sunat massal tersebut, mengaku cukup terbantu dengan adanya sunat massal dari PGRI tersebut.

Dia menceritakan, beberapa hari lalu pihak sekolah menginformasikan kepada siswa yang bersedia mengikuti sunatan massal, untuk mendaftar ke pihak sekolah.

Safroni juga mengungkapkan terima kasih dengan adanya khitanan massal ini. kami para orang tua merasa ringan dan tidak berat mengadakan acara khitanan, mudah-mudahan tahun depan acara ini diadakan lagi karena masih ada orang tua yang kurang mampu untuk menghitani anaknya seperti kami ini. “Kita merasa kegiatannya kali ini lebih menyentuh seluruh lapisan masyarakat terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah, ” pungkasnya. (Hsn)