pilkades

PALI, HS – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) untuk pertama kalinya digelar secara serentak di wilayah Kabupaten PALI yang rencananya akan dilaksanakan pada Desember tahun ini dipastikan diundur dan dilaksanakan pada tahun 2017.

Kendalanya adalah masalah waktu yang tidak memungkinkan akibat adanya beberapa poin dalam isi Peraturan Daerah (Perda) yang harus diperbaiki.

Kabar tersebut disampaikan kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Arif Firdaus, kepada sejumlah media. Ia memastikan bahwa proses serta launching teknis Pilkades tetap dilaksanakan di bulan Desember tahun ini.

Terkait adanya isi Perda yang mengalami perubahan, saat ini sudah direvisi dan sedang dikaji di provinsi.

“Mudah-mudahan di bulan ini juga, Perda selesai dan tinggal mengajukan Perbup ke Pak Bupati,” katanya.

Ditambahkannya bahwa apabila Perda selesai dan Perbup keluar, secepatnya bakal dilaksanakan sosialisasi.

“Launchingnya pada Desember tahun ini dan langsung melaksanakan proses Pilkades, seperti pembentukan panitia, membuka pendaftaran bakal calon Kades serta pendataan jumlah mata pilih di masing-masing Desa yang akan mengikuti Pilkades serentak. Hanya pelaksanaannya saja di tahun 2017,” ungkap Arif, Kamis (17/11).

Masalah dana, sambung Arif, tidak ada kendala lagi karena sudah dianggarkan melalui APBD PALI tahun 2016, setiap desa yang mengikuti Pilkades serentak bakal mendapat dana Rp 15 juta.

“Pilkades di PALI ini tinggal pelaksanaanya saja, dan diundurnya pelaksanaan karena waktu yang terlalu mepet. Sebab, proses Pilkades membutuhkan waktu paling tidak 70 hari. Saya perkirakan pelaksanaanya antara bulan Februari atau Maret,” tukasnya.

Arif juga meminta masyarakat bersabar, karena gelaran Pilkades tidak bisa dilaksanakan asal-asalan.

“Butuh proses dan perlunya perhitungan serta tekhnis pelaksanaan yang matang. Saya harap masyarakat mengerti dan sabar, karena pesta demokrasi ini perlu dipersiapkan dan tidak terburu-buru agar terlaksana dengan sukses,” harapnya. (MAN)