PALEMBANG,HS – PT PLN Persero regional Sumbangsel Akan merapikan kabel – kabel yang ada di udara akan dipindahkan ke bawah tanah.

Hal diungkapkan oleh, General Manager PT PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (WA2JB) Budi Pangestu Saat mengelar rapat bersama Gubernur Sumsel di pemprov sumsel kamis (2/1),

“Ya, kabel yang ada di udara akan dirapikan dengan memindahkan kabel-kabel ke bawah tanah, Kalau sekarang kan lagi proses pembangunan LRT memang pengennya kabel dirapikan di sepanjang jalur LRT dengan memakai kabel bawah tanah, Jadi tidak ada lagi diatas kiri dan kanan.” ujarnya

Dia juga mengatakan, Penggunaan kabel di bawah tanah tentu tidak hanya butuh investasi namun juga banyak pertimbangan. Pihaknya mencontohkan seperti membangun LRT, jalan yang berada di sekitar juga mengalami kerusakan.

“Nanti begitu pembangunan, pasti ada yang terganggu, padam lagi.” jelasnya.

Dia juga mengaku, belum tahu pasti berapa nilai investasi untuk penggunaan kabel di bawah tanah. Namun diyakinkannya bahwa biaya tersebut jauh lebih mahal dari pemasangan kabel di permukaan, bahkan bisa dua kali lipat.

“Kalau kabel di permukaan saja Rp 300 juta per KM, untuk bawah tanah bisa dua kali lipat itu per KM.” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan rencana bangun listrik bawah tanah sudah masuk dalam Program PLN tahun 2017. Untuk LRT tahap pertama, terangnya ini sudah dibuatkan dengan menggunakan kabel bawah tanah.

“Tapi kedepan harapannya untuk LRT kabelnya di bawah semua, kalau sekarang ini, kalau eksisting sekarang yang ke pelanggan ke kantor-kantor pengen pakai itu semua,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk memakai kabel bawah tanah rentetannya tidak soal kabel saja tapi juga harus membangun gardu tembok. Kalau kabel di permukaan hanya diletakkan di atas tiang, untuk kabel bawah tanah harus menggunakan gardu tembok dengan menggunakan beton.(MDN)