PALEMBANG, HS – Sebagai upaya mendukung suksesnya penyelenggaraan Asian Games 2018, PT PLN dan Polda Sumatera Selatan menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk pengamanan objek vital tenaga listrik, Rabu (16/5).

Rapat ini dihadiri perwakilan PT PLN se-kota Palembang, seperti WS2JB, PLN Pembangkitan Sumbagsel, PLN Unit Induk Pembangunan Sumbagsel, Unit Pengatur Beban Sumsel, Unit Pengatur Transmisi Palembang dan PT Icon Plus SBU Palembang.

Sementara dari Polda Sumsel yang mewakili Kapolda adalah Kepala Biro Operasi Polda Sumsel Bambang Suminto, Direktur Pengamanan Objek Vital Budi Dermawan beserta unsur Kapolres dan Kapolresta Palembang.

Dalam kesempatan ini, setiap unit PLN dan Icon SBU kota Palembang menyampaikan paparan tentang lokasi-lokasi objek vital kelistrikan yang perlu pengamanan ketat Polda Sumsel selama berlangsungnya penyelenggaraan Asian Games 2018 dan Pilkada.

Daryono, GM PT PLN WS2JB kepada wartawan usai rakor mengatakan, subs sistem kota Palembang mempunyai Daya Mampu 821,8 MW, Beban Puncak  512 MW dan Cadangan sebesar 309,8 MW.

“Saat ini kita sudah mrmperkuat sistem kelistrikan di Jakabaring Sport City dengan total kapasitas daya 120 MVA, daya mampu Kit Backup isolated 48 MW dan Prediksi beban puncak JSC sebesar 20 MW,” ujarnya.

Daryono juga mengungkapkan bahwa saat ini PLN WS2JB telah melakukan simulasi/Gladi Kotor Kesiapan Sistem Kelistrkikan Asian Games 23-24 Maret 2018  dan tanggal 12- 13 Mei 2018.

Sementara lokasi yang akan diamankan dari kepolisian adalah Ring 1 antara lain; GI New Jakabaring, PLTG Jakabaring, GI Keramasan, PLTGU Keramasan, Kantor APD WS2JB, Aset Lokasi Venue (Genset & Trafo mobile) total 12 Venue (di Lokasi JSC), UPB SUMBAGSEL di Keramasan, Kantor sektor keramasan.

Untuk Ring 2 terdiri dari GI Bungaran, GI Sungai Kedukan, GI Mariana, GI Borang, Kantor PLN WS2JB, Kantor PLN KIT SBS, GI Siguntang. Menurut Daryono saat ini PLN juga telah mempunyai SOP dan 552 Armada petugas untuk Li mendukung Sistem kelistrikan Asian Games 2018.

“Untuk Pembangkitan Sumbagsel pusat kelistrikan untuk Asian Games yang perlu keamanan adalah Pusat kelistrikan Keramasan, Pusat listrik Indralaya dan Pusat listrik Borang, total daya mampu dari tiga pembangkit ini sebesar 461 MW.

Selain itu PLTG Jakabaring, PLTGU Keramasan dan PLTD Sungai Juaro. Kekuatan satuan pengamanan akan menurunkan 108 petugas pengamanan, perlu diperhatikan juga pengamanan untuk transportasi BBM,” ujarnya.  

Infrastruktur ketenagalistrikan di bawah PLN Unit Induk Pembangunan Sumbagsel sebagai objek vital lanjut daryono adalah SUTT 150 kV Betung – Sekayu, SUTT 10 kV Marianan – Kayu Agung, SUTET 275 kV Betung – Aur duri, GI 150 kV Kenten, Jakabaring & Gandus dan GIS 150 kV Kota Barat (Demang Lebar daun) & GIS 150 kV Kota Timur (Boom Baru) serta SKTT 150 kV Gandus – Kota Barat – Kota timur – Kenten.

“Objek vital lainnya dibutuhkan pengawalan utama dan pengamanan adalah Kantor UPB di Keramasan, karena di sini adalah ruang control pengatur beban yang mengatur pemakaian listrik dan menjaga kehandalan untuk Palembang dan Sumatera Selatan,” jelasnya.

Untuk Sarana Komunikasi Sistem Kelistrikan milik Icon Plus SBU Palembang, pihak Icon menjamin kehandalan sistem telokomunikasi ketenagalistrikan secara virtual, lokasi objekvital yang perlu pengawalan antara lain; POP GI Siguntang, POP GI Keramasan, POP GI New Jakabaring, POP Kantor PLN APD dan POP Kawasan JSC.

“Dari Rakor dengan Polda ini telah disepakati kerjasama untuk pengamanan objek vital kelistrikan tersebut di atas dalam mendukung Asian Games. Kita dari PLN dan pihak kepolisian akan bahu membahu dan selalu berkoordinasi selama berlangsungnya Asian games agar keamanan berjalan lancar dan sukses,” tuturnya.