075a8ee2-2e84-42ff-bfec-90353f72bdcb_169Haluansumatera.com – JAKARTA | Perdana Menteri (PM) Turki Binali Yildirim menuding pemerintah Amerika Serikat memiliki standar ganda dalam perangnya melawan terorisme.

Hal ini disampaikan Yildirim menanggapi pernyataan Washington yang menyerukan pemerintah Turki untuk memberikan bukti-bukti, bukan tuduhan, terkait permintaan ekstradisi ulama terkenal Fethullah Gulen. Ekstradisi Gulen itu diminta Turki karena ulama terkenal itu dituduh mendalangi upaya kudeta di Turki pada Jumat, 15 Juli lalu.

Dalam pidatonya di parlemen, Yildirim juga menegaskan akan memberantas organisasi yang dipimpin ulama Gulen hingga ke akar-akarnya.

“Maafkan saya, tapi organisasi teroris pararel ini tak akan lagi menjadi pion efektif bagi negara manapun,” cetus Yildirim seperti dilansir kantor beritaReuters, Rabu (20/7/2016).

“Kami akan memberantas mereka hingga ke akar-akarnya sehingga tak ada lagi organisasi teroris rahasia yang akan punya nyali untuk mengkhianati rakyat kita lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan, otoritas Turki memiliki banyak bukti terkait keterlibatan Gulen dalam upaya kudeta.

Baca Juga

“Kami memiliki bukti lebih dari cukup, lebih dari yang bisa Anda minta mengenai Gulen,” ujarnya kepada para wartawan di luar parlemen.

“Tak perlu membuktikan upaya kudeta itu, karena semua bukti menunjukkan bahwa upaya kudeta itu diatur atas keinginan dan perintah dia (Gulen),” cetusnya.

Percobaan kudeta di Turki pada Jumat (15/7) malam gagal setelah para pendukung Presiden Recep Tayyip Erdogan turun ke jalanan dan melakukan perlawanan. Hingga kini, ribuan orang termasuk tentara dan hakim yang mendukung kudeta telah ditangkap.

Erdogan menuding Gulen sengaja menyusun ‘struktur paralel’ dalam tubuh pengadilan, kepolisian, militer dan media Turki demi melancarkan percobaan kudeta pada Jumat (15/7) malam. Gulen membantah tuduhan itu dan balik menuding Erdogan mendalangi upaya kudeta itu.

( Berita Musi )