Press release Polres Muaraenim dalam kasus sabu.

Press release Polres Muaraenim dalam kasus sabu.

MUARAENIM, HS – Satuan Narkoba Polres Muaraenim berhasil mengamankan dua warga Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, masing-masing Daniel Wijaya bin Erwansyah (28) dan Fikri Zulkarnain bin Umar Husein (46).

Senin (7/11), keduanya diciduk aparat kepolisian karena diduga sebagai pengedar sabu dan saat ini telah diamankan di Mapolres Muaraenim.

Kronologis terungkapnya kasus ini karena petugas mendapat informasi dari masyarakat bahwa di cafe milik Hermanusi alias Kurman sering dijadikan tempat transaksi dan pesta narkoba sehingga Satres narkoba Polres Muaraenim melakukan penggerebekan.

Pada saat dilakukan penggerebekan di cafe tersebut petugas melihat tersangka Daniel Wijaya dan tersangka Fikri Zulkarnain berlari ke arah samping cafe tersebut. Keduanya berhasil diamankan dan setelah digeledah ditemukan barang bukti narkoba milik mereka.

Selanjutnya petugas  melakukan penggeledahan terhadap kendaraan milik tersangka Fikri Zulkarnain dan berhasil ditemukan barang bukti berupa satu unit timbangan digital.

Kapolres Muaraenim, AKBP Hendra Gunawan SIk  MSi, melalui Kasat Narkoba, AKP Alhadi SH, didampingi Kasubag Humas, AKP Arsyad, membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan Kapolres bahwa tersangka diamankan pada hari Jumat 4 November sekitar pukul 05.30 bertempat di cafe milik Hermanus yang beralamat di Dusun 4 Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, berdasarkan LP/A-114/XI/2016/Sumsel/Rez M.Enim.

Barang bukti yang berhasil disita berupa satu kotak rokok berisikan 29 paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu, Satu kotak kaleng permen yang berisikan paket besar dan pakai sedang diduga narkotika jenis sabu-sabu, kotak permen berisikan 8 paket kecil yang diduga narkotika jenis sabu, 1 timbangan digital, 1 unit mobil pick-up warna putih DG 9850 DJ dan tiga unit Hp.

Ditambahkan Kapolres, kepada tersangka dikenakan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli menyerahkan menerima memiliki menyimpan menguasai atau menyediakan diduga narkotika Golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman  sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat 1 Jo pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009.

“Ancaman hukuman minimal lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya. (EDW)