PALEMBANG,HS – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menggelar Pre Event The First International Conference One Belt, One Road, One Tourism (OBOROT) dengan tema “A New Age Of Wonderful Tourism Innovation, Research, Education,” Kamis (12/7/2018).
Dalam Event ini dibuka langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Kawasan Pariwisata Kementrian Pariwisata  Dr Anang Sutomo, M.M Par., CHE, Direktur Poltekpar Palembang Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par, dan Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani.
Dalam sambutannya, Zulkifili mengatakan  OBOROT ini merupakan kegiatan akademik di dalam sebuah Perguruan Tinggi buah rensi Internasional yang diadakan oleh Politeknik Pariwisata Palembang pada tanggal 22-24 November 2018.
“Konferensi Internasional ini bertujuan untuk memotivasi peneliti-peneliti muda untuk melakukan yang menampilkan hasil penelitian akademisi Konfe dan praktisi yang akan dip resentasikan di penelitian yang merupakan salah satu keg iatan dasar Perguruan Tinggi (Tri Dharma Perguruan Tinggi),” katanya
Selain tujuan tersebut, lanjut Zulkifli, OBOROT ini bertujuan untuk memperkenalkan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kota Palembang khususnya kepada dunia yang pada akhirnya dapat meningkatkan Tourist Arrival di Sumsel dan Palembang pada khususnya.
“Ini Untuk mempersiapkan kegiatan Konferensi Internasional pertama ini, maka diselenggarakanlah Pre-Event di Poltekpar Palembang pada 12 Juli 2018,” ungkapnya.
OBOROT ini sendiri muncul dari sebuah gagasan dari Negeri Cina dengan sebuah tema untuk memajukan perekonomian sebuah negara dengan membangun jalur perdagangan untuk memajukan ekonomi melalui multi sektor baik dari sosial, budaya, politik, dan sebagainya.
“OBOROT muncul dengan gagasan yang sama dengan fokus utama kerjasama dalam sektor Pariwisata mengingat Pariwisata adalah penghasil devisa terbesar di beberapa negara termasuk Indonesia bahkan mengalahkan sektor Minyak Kelapa Sawit,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan, dirinya dapat memberikan pengetahuan yang berguna bagi Indonesia dan dunia merujuk kepada tantangan pada era dewasa ini yang harus lentur terhadap perubahan yang terjadi.
“Target kita sendiri dalam acara ini bisa memotivasi dosen muda sehingga perkembangan pariwisata di Sumsel, memperkenalkan Indonesia kepada dunia, serta Poltekpar Palembang dengan umur semuda ini bisa terkenal mengikuti jejak Poltekpar Bandung,” harapnya.
Sementara itu, Anang Sutomo mengatakan, pihaknya mendukung acara ini karena penting bagi Indonesia. Pihaknya pun siap memback up penuh kegiatan Poltekpar Palembang.
“Kami tentu konsen dengan acara seperti ini karena penting bagi perkembangan Pariwisata Indonesia kedepannya,” kata Anang.
Anang menambahkan, pariwisata di Indonesia saat ini tidak lagi dalam ajang mempromosikan tetapi sudah menjual kepada dunia. “Sekarang ada 65 negara dengan kekuatan baru di pariwisata. Indonesia harus masuk dan berperan kedalam 65 negara itu,” katanya.
Perlu diketahui, Oborot ini diinisiasi oleh HongKong Polytechnic University, King Abdul Aziz University Jeddah, dan juga STP NHI Bandung, diselenggarakan di Politeknik wisata Palembang, dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta juga didukung STP Bali, Politeknik Pariwisata Makassar, Politeknik Pariwisata Medan, Politeknik Pariwisata Lombok, dimana seluruh Perguruan Tinggi Negeri tersebut merupakan Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.