Palembang,Haluansunatera.com-Rencana jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA jalur reguler tahun ini akan dimulai pada 9 Mei 2019 . Sebagai pembiasaan masyarakat, tahun ini tidak dilakukan banyak perbedaan dalam aturan PPDB. Penerimaan siswa baru SMA jalur reguler ini dimulai setelah Selesai dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA Mandiri atau SMA Unggulan yang dilaksanakan pada awal Mei lalu.

Dinas Pendidikan Sumatera Selatan melalui Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Atas (SMA), Bonny Syafrian mengatakan setelah pelaksanaan PPDB untuk SMA Mandiri akan dilanjutkan dengan PPDB untuk SMA reguler.

“PPDB SMA reguler ini akan diadakan serentak se-Sumatera Selatan seperti pelaksanaan PPDB untuk SMA Mandiri (Unggulan), jadi pada 9-10 Mei akan dilaksanakan jalur Penelusuran Minat dan Potensi Akademik (PMPA) terlebih dahulu kemudian dilanjutkan untuk yang lulus  PMPA akan diumumkan pada 11 Mei, dan daftar ulang jalur PMPA 13-14 Mei, ” jelasnya, Selasa (7/5/2019).

Dia juga menjelaskan setelah dilaksanakan PPDB jalur PMPA akan dilanjutkan dengan jalur zonasi, dalam hal ini pihaknya bekerjasama dengan salah satu provider untuk melihat titik jaraka antara rumah dan sekolah.

“Pendaftaran untuk jalur zonasi ini 14 Mei dan jarak maksimal paling jauh itu 700 meter lah ya lewat dari 700 meter otomatis gak lulus. Jadi saran saya pilih sekolah yang dekat dengan rumah saja,” katanya.

Selain jalur zonasi ini bekerjsama dengan provider lokal dan maksimal jarak rumah ke sekolah harus 700 meter, pendaftaran jalur zonasi ini melalui daring.

“Seperti PMPA, zonasi dan tes juga begitu. Jadi mendaftar melalui laman sekolah yang ingin dituju kemudian setelah daftar validasi dan veriikasi ke sekolah yang dituju,pengumuman jalur zonasi ini dilaksanakan pada 20 Mei 2019, mereka yang dinyatakan lulus pada tanggal 21-23 Mei melakukan daftar ulang, ” katanya.

“Setelah jalur zonasi selesai akan dilanjutkan dengan jalur tes potensi akademik, pendaftaran dimulai pada 18 Mei dan pelaksanaan tes potesi akademik (TPA) akan dilakukan serentak dengan tes TPA SMK pada 25 Mei,” jelansya.

Dia mengatakan, untuk persentasi jalur PMPA, zonasi dan TPA tingkat SMA ini, 5 persen untuk jalur PMPA, 5 persen untuk jalur mutasi atau pindah orangtua, 40 persen jalur zonasi dan 50 persen jalur TPA
Alasan pihaknya mengadakan TPA berbarengan dengan TPA SMK ini agar calon peserta didik yang tidak lulus tes TPA di SMA bisa mendaftar ikut tes masuk SMK.

 “Begitu pula sebaliknya, kalau gak lulus di SMA atau SMK Negeri ya harus sekolah di SMA atau SMK Swasta. Pelaksanaan TPA tergantung sekolah masing-masing,tutupnya(HSB)