PALEMBANG, HS – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosmaya SH menuntut terdakwa Teddi Juniastanto, selaku Petugas Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan jalan akses Bandara Athung Bungsu 2 jalur Hotmix tahap III Kota Pagaralam tahun 2013.

Dia dituntut dengan pidana penjara selama enam tahun enam bulan penjara. Selain itu,terdakwa juga diwajibkan membayar pidana denda sebesar Rp200 juta subsider tiga bulan penjara, Selasa (10/07/2018).

Karena perbuatan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Usai jaksa membacakan surat tuntutan, majelia hakim yang diketuai Saiman memberikan kesempatan kepada terdakwa maupun penasihat hukumnya untuk menyampaikan materi pembelaan.

Dalam pembelaan lisannya, terdakwa mengakui kesalahannya dalam melaksanakan proyek tersebut, namun menurutnya semua itu bukan bukan kesalahan ia sepenuhnya. “Ini bukan murni saya, ini atas kesepakatan dan perintah atasan kami,” jelasnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi majelis hakim menyatakan sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda putusan sebelum akhirnya menutup jalannya persidangan. “Sidang kita tunda dan dilanjutkan pekan depan,” tuturnya.

Diketahui, awal mula dugaan tindak pidana korupsi tersebut berupa penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang dalam kegiatan proyek pembangunan jalan akses Bandara Atung Bungsu 2 jalur aspal hotmix tahap III sumber dana APBD Kota Pagar Alam tahun anggaran 2013.

Nilai kontrak sebesar Rp 23.595.777.000,- oleh Pejabat Pokja, Salah satunya terdakwa dan Direksi Pekerjaan (Pejabat Dinas PU Kota Pagar Alam) dan penyedia jasa PT. Baniah Rahmat Utama dengan Direktur M.Teguh  yang mengakibatkan kerugian negara sekira Rp 4 Miliar.