Pembukaan Louhan Competition Regional Sumbagsel yang digelar oleh Persatuan Pencinta Louhan Palembang (PPLP).

PALEMBANG, HS – Persatuan Pencinta Louhan Palembang (PPLP) menggelar Louhan Competition Regional Sumbagsel di Palembang Indah Mall (PIM). Sebanyak 7 katagori diperlombakan dalam ajang yang berlangsung mulai 31 Maret – 2 April 2017, diantaranya adalah kategiru adalah Ching Hwa B (16-22 cm) dan Ching Hwa C.

Ketua PPLP, Cristoper menjelaskan, ajang ini diadakan guna mempopulerkan kembali ikan Louhan setelah sempat “tenggelam” sekian lamanya sekaligus mengenalkan jenis-jenis louhan modern kepada khalayak ramai khsususnya pencinta ikan louhan di Palembang.

Dikatakannya, ada beberapa aspek yang menjadi penilaian tim juri dari lomba ini seperti louhan yang diperlombakan harus memenuhi unsur keselurah body, motif body, marking dan kepala louhan. Sementara jurinya sendiri datang dari Persatuan Pencinta Louahan Indonesia (PPLI) dibantu PPLP.

“Louhan-louhan yang tanpil sebagai pemenang akan dikutsertakan dalam tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu liga Louhan Indonesia dimana pada level ini merupakan kompetisi tertinggi kontes ikan Louhan di negri ini yang diikuti oleh peserta di seluruh Indonesia,” ujar Cristoper, usai pembukaan kompetisi di PIM Mall, Jumat (31/3).

Pria berkacamata ini menambahkan kompetisi liga sendiri akan diadakan pada tahun 2018 mendatang dan direncanakan Kota Palembang sebagai tuan rumahnya.

Tahun 2018 mendatang dan direncanakan digelar kompetisi liga louhan dengan Kota Palembang sebagai tuan rumahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, Hj Sri Dewi Titi Sari mewakili Gubernur Sumsel mengatakan agar PPLP lebih menggalakkan lagi kontes serupa di masa yang akan datang. Ia juga meminta agar PPLP memberikan edukasi kepada pencinta louhan agar ikan ini memiliki nilai jual tinggi dan memiliki nilai ekspor, sebab selain menumbuhkan kembangkan hobi dapat pula menambah income si pemilik ikan.

Sri Dewi juga menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mengupayakan agar ekspor ikan louhan tidak lagi melalui Jakarta. Dengan kata lain cukup melalui Palembang saja, selama ini ekspor dilakukan melalui Jakarta lalu menuju berbagai negara tujuan itu artinya menambah biaya cost sehingga keuntungan menjadi lebih kecil.

“Dari catatan yang kami miliki jumlah pengeskpor ikan louhan di Palembang saja satu harinya sebanyak 80 ikan dari lima pengusaha ikan louhan di Palembang. Itu artinya potensinya cukup besar sekarang tinggal bagaimana menyederhanakan jalur distribusi ekspoprnya,” ucap Sri Dwi.

Melalui kompetisi ini pula ia menyampaikan agar anggota yang tergabung dalam PPLP dapat berorietasi pada ekspor dan pihaknya siap memfasilitasinya.

Menurutnya, berdasarkan penelitian dari litbang ada 233 jenis spesies ikan di Indonesia dan salah satunya salah jenis louhan ikan ini. Sementara luas perairan umun dan daratan di Indonesia merupakan terluas di Asia Tenggara dengan luas 2,550 juta hektar.

Dari jumlah itu, 12 ribu hektarnya ada di Indonesia sementara 20, 8 persennya ada di Sumsel. Ini artinya potensi pengembangbiakan louhan cukup besar jika mengacu pada luas perairan umum dan daratan dan mengingat ikan jenis louhan ini hidup di area ini.

“Sekali lagi saya harap PPLP dapat melihat potensi ini, komunitas-komunitas ikan hias lainnya juga semakin eksis menggelar kontes seperti ini. Seperti misalnya, yang juga akan dilakukan oleh penghobi ikan cupang, dimana pada April mendatang akan menggelar workshop,” tandasnya. (ATM)