Kasubbid Perencanaan dan Penataan Lingkungan DLH Kabupaten Empatlawang, Jalin Elsaprike (paling kanan) saat memasang banner di Dinas Penanaman Modal, PTSP Kabupaten Empatlawang.

EMPATLAWANG, HS – Ribetnya pengurusan, seringkali menjadi alasan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk dapat memiliki izin lingkungan yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Tak jarang para pelaku UMKM, harus bolak-balik dari kantor kecamatan ke kantor DLH, cuma untuk mendapatkan izin lingkungan, sebagai prasyarat untuk mendapatkan izin operasional usaha seperti, Izin Usah Industri dan Tanda Daftar Usaha Perindustrian (TDUP) dan sebagainya.

Menyikapi hal tersebut, DLH Kabupaten Empatlawang, mencoba berinovasi untuk memotong rangkaian birokrasi untuk mempermudahkan bagi pelaku UMKM, untuk mendapatkan izin lingkungan berupa Surat Pernyataan Pengelolahan Lingkungan Hidup (SPPL), dengan memperkenalkan sistem 212.

Kepala DLH Kabupaten Empatlawang, Mgs A Nawawi melalui Kabid Penataan dan Penaatan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Empatlawang, Irwansyah didampingi Kasubbid Perencanaan dan Penataan Lingkungan DLH Kabupaten Empatlawang, Jalin Elsaprike mengatakan, selaku pihak yang berwenang mengeluarkan SPPL, pihaknya sangat menyadari bagaimana ribetnya pelaku UMKM untuk mendapatkan SPPL. Karena itu pihaknya mencoba berinovasi bagaimana menyederhanakan pengurusan SPPL, dengan sistem “212”.

“212” yang kami maksud ini, tahapan pengurusan izin lingkungan itu cukup 2 hari kerja di tingkat kecamatan, 1 hari kerja proses survei lokasi, dan 2 hari kerja waktu pembuatan dokumen matrik pengelolaan dan penerbitan izin lingkungan,” ungkap Jalin.

Dalam waktu proses penerbitan yang ditawarkan tersebut, dijelaskan Jalin, pemohon cukup sekali saja datang ke Kantor DLH Kabupaten Empatlawang, saat izin lingkungan sudah dinyatakan terbit. “Ya, saat izin sudah terbit saja pemohon datang ke Kantor DLH, tentu saja untuk mengambil SPPL miliknya tersebut,” ujar Jalin.

Dipaparkannya, dalam proses pembuatan izin lingkungan, pemohon mendatangi pelayanan perizinan terpadu kecamatan (Paten) yang berada kantor kecamatan tempat usahanya berdiri, dengan membawa berkas permohonan rencana usaha/kegiatan usaha, selanjutnya pihak Paten melakukan verifikasi data kelengkapan administrasi dan setelah berkas dinyatakan lengkap oleh Paten dengan mengeluarkan surat rekomendasi, selanjutnya Paten mengirimkan SMS Gate Way dengan format SMS, Kec_Desa_Jenis UMKM_Pemilik ke nomor 0822 8918 9212. “Proses di Paten ini selama 2 hari kerja,” urainya.

Selanjutnya kata Jalin, setelah SMS diterima, pihaknya langsung melakukan penjadwalan survei lokasi. Setelah ditemukan waktu tepat, pihaknya langsung mensurvei lokasi dan verifikasi data ulang. “Semua rangkaian kegiatan survei dan verifikasi berkas ulang ini, waktunya cuma satu hari kerja,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Jalin, setelah proses itu sudah dilewati, masuk dalam tahap penerbitan izin. Diproses ini, bagian admistrasi (BA) akan memeriksa dokumentasi, apakah permohonan ditolak atau diterima ditentukan dalam bagian ini.

“Jika diterima, lanjut dalam proses penyusunan matrik kewajiban pengelolaan lingkungan dan langsung diterbitkan SPPL-nya. Pada proses ini, waktunya hanya 2 hari kerja,” terangnya.

Lalu, apa sajakah berkas persyaratan yang harus disiapkan pemohon ?, kembali Jalin Menguraikan, pemohon mempersiapkan Surat Permohonan, surat rekomendasi dari kecamatan dan kelurahan atau desa, surat tanah/sertipikat tanah/sporadik, sket lokasi tempat usaha, surat persetujuan tetangga dan IMB /Bukti Pembayaran PBB/Retribusi Sampah.

“Program “212” dalam pengurusan izin lingkungan yang kita tawarkan ini, tentu kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pelaku UMKM di Empatlawang. Karena prosesnya cepat, tepat dan mudah,” katanya. (ELW)