Kegiatan pelatihan program keahlian Ganda di SMKN 2

PALEMBANG,HS – Dalam rangka pelaksanaan program Sertifikasi Pendidik dan Sertifikasi Keahlian bagi guru SMA/SMK, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (P4TK), melakukan pelatihan program keahlian.

Hal ini untuk menutupi kekurangan guru produktif ditiap SMK dan meningkatkan daya saing regional, mereka diberikan pembekalan dengan program keahlian ganda. Diketahui penyelenggaran pelatihan dimulai dari 13 Maret sampai 12 Mei mendatangkan yang dipusatkan SMKN 2 Palembang dan SMKN 4 Palembang.

Peserta guru keahlian diikuti dari beberapa kabupaten diantaranya, Palembang, Prabumulih. Banyuasin, Lematang Ilir dan Musi Banyuasin. Dengan total peserta ada 54 guru keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Multimedia.
Kabid pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK) Disdik Provinsi Sumsel Syarial Efdendi mengatakan kegiatan ini digelar oleh pihak pusat yang dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia. Untuk peserta dibagi beberapa kelompok kalau di SMKN 2 ada 54 peserta perwakilan guru SMK.

“Pelatihan ini diberikan langsung oleh pihak Kemendikbud pusat melalui P4TK Medan, dengan tenaga pengajar instruktur berpengalaman,” katanya.
Program ini salah satu upaya untuk meningkatkan mutu guru yang ada di SMK. Salah satunya dengan mensiasati dengan alih fungsi, dalam rangka meningkatkan sektor regional. Tentunya upaya ini juga guna meningkatan jumlah guru priduktif dan kompetisi guru.

“Manfaat Program dari Keahlian guru ganda, tentunya bisa mengurangi angka kekurangan guru produktif. Contohnya seperti guru yang mengajar jurusan Listrik mereka diberikan pelatihan dengan menambahkan keahlian lagi dengan TKJ. Khusus guru keahlian ganda tersebut diberikan yang tidak jauh dari jurusan yang diambilnya,” jelasnya.
Manfaat selanjutnya merekrut guru ini bisa mencukupi jam kekurangan guru, dan bisa meningkatan kompetisi serta menutupi kekurangan guru produktif. “Makanya kita memberdayakan dengan guru yang ada sekarang, bagaimana keahlian mereka ini bisa meningkatkan wilayah regional ditiap SMK,” ujarnya.
Kepada guru yang terpilih ini, mereka akan melaksanakan magang di dunia usaha industri selama 2 bulan dan terakhir mereka harus melalui tes untuk mendapatkan sertifikat program keahlian ganda.

“Pada hari ini mereka di Diklat, dan harus menyelesaikan setiap modul,” ungkapnya.
Kebanyakan untuk program keahlian ganda. Dikhususkan kepada guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jadi mereka mendapat pelatihan dari struktur Training Of Trainer (TOT).

 

“Apalagi pelatihan program ganda merupakan kegiatan yang pertama kali dengan harapan, bisa meningkatkan kompetisi serta keahlian di masing-masing SMK,” paparnya.
Berdasarkan data yang dilihatnya. Kekurangan guru di tiap SMK se Sumsel sebanyak 40 persen, yang masih kekurangan guru produktif.

“Penyebabnya kekurangan guru produktif di SMK, tidak lain dari beberapa faktor yakni guru banyak yang sudah mulai pensiun dan meninggal dunia, belum lagi sekarang masih moratorium untuk penerimaan CPNS guru. Oleh karena itulah pihak pusat menggelar gagasan Program keahlian ganda di SMK,” ujarnya.
Kedepan adanya kegiatan tersebut, diharapkan SMK yang kekurangan guru produktif.

“Kita maunya setelah pelatihan tersebut, mereka diperbolehkan untuk mengajar di sekolah masing-masing sesuai program keahliannya. Kekurangan guru SMK bisa teratasi, setelah para guru ini mendapatkan dua keahlian ganda,” pungkasnya (HSN)
.

.