PALEMBANG,HS – Menteri Kesehatan (Menkes) RI memperpanjang Program pemberian vaksin Measles dan Rubella (MR) yang awalnya hanya sampai akhir September kini diperpanjang sampai akhir Oktober mendatang.
Perpanjangnya program tersebut karena masih minimnya realisasi dari yang ditargetkan.
“Melihat realisasi vaksin MR di Sumatera Selatan baru 47 persen, maka pemberikan vaksin MR secara gratis ini diperpanjang sampai 31 Oktober,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, Senin (24/9/2018).
Ia mengatakan, Menteri Kesehatan memberikan target realisasi 95 persen. Hal ini untuk membangun terbentuknya imunitas atau kekebalan terhadap penyakit campak dan rubella, sehingga nantinya yang tidak imunisasi bisa terlindungi juga.
“Vaksin MR ini diberikan untuk anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Di Sumsel targetnya 2,239,582 anak yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota. Dari jumlah tersebut baru terealisasi 47 persen, dari target 95 persen,” pungkasnya
Dari total 2,239,582 yaitu tersebar di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel  dengan rincian sebanyak 401,792 anak untuk di Palembang, lalu Prabumulih sebanyak 50,540 anak, Pagar Alam sebanyak 35,156 anak, Lubuk Linggau sebanyak 62,174 anak, Muratara sebanyak 56,079 anak, Pali sebanyak 58,837 anak, OKU sebanyak 95,823 anak, OKI sebanyak 223,687 anak, Muara Enim sebanyak 175,011 anak, Lahat sebanyak 107,642 anak, Musi Rawas sebanyak 107,116 anak, Musi Banyuasin sebanyak 180,713 anak, Banyuasin sebanyak 233,213 anak, OKU Selatan sebanyak 96,457 anak, OKU Tmur sebanyak  171,788 anak, Ogan Ilir sebanyak 114,976 anak dan Empat Lawang 68,578 anak.
Menurutnya, realisasi 47 persen ini tidak merata yang artinya ada daerah-daerah tertentu yang hampir mencapai target. Daerah yang targetnya sudah diatas 80 persen seperti Muba, OKI Timur, OKU dan Musi Rawas Utara.
Lalu yang realisasinya dibawah 80 persen seperti di Empat Lawang, OKI, Pali dan Muara Enim. Sedangkan yang realisasinya paling renda di Pagar Alam dan Banyuasin. Untuk Palembang sendiri realisasnya lebih dari 30 persen.
“Kalau sebelumnya program MR ini bulan Agustus di sekolah-sekolah dan bulan September di Faskes atau rumah sakit, maka kini baik di sekolah maupun rumah sakit bisa mendapatkan vaksin MR. Sekolah-sekolah yang belum mendapatkan vaksin MR bisa diajukan untuk dilakukan vaksin MR,” jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut mengingat beberapa waktu lalu  sempat tertunda, jadi yang sekolahnya belum mendapatkan vaksin MR bisa diajukan ke faskes kesehatan terdekat untuk berkoordinasi agar di sekolahnya bisa diadakan pemberian vaksin MR.
“Kami berharap Kabupaten/Kota yang realisasinya masih renda agar lebih aktif mensosialisasikan program MR ini. Apalagi MUI juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin MR diperbolehkan,” tutupnya