Mahasiswa Unsri membakar replika keranda mayat dan foto Jokowi-JK dalam aksinya di Halaman Pemkab OI. Foto : Junaedi

Mahasiswa Unsri membakar replika keranda mayat dan foto Jokowi-JK dalam aksinya di Halaman Pemkab OI. Foto : Junaedi

OI, HS – Aksi Mahasiswa Universitas Sriwijawa (Unsri), yang tergabung dalam  dalam Aliansi Pemuda Sriwijaya, yang digelar Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir, Senin (31/10), diwarnai dengan aksi pembakaran keranda mayat dan foto Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Aksi pembakaran foto Jokowi-JK dibiarkan saja oleh pihak kepolisian Polres OI dan Satpol PP Pemkab OI, yang mengawal jalannya aksi.

Mahasiswa menilai, 12 paket kebijakan yang digulirkan pemerintahan Jokowi-JK tidak terealisasi di tingkat daerah, baik di bidang pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti tingginya aksi kriminalitas di Kabupaten Ogan Ilir, bukan hanya masyarakat biasa yang menjadi korban namun banyak juga mahasiswa Unsri menjadi korban kejahatan.

Di lapangan terpantau, ratusan mahasiswa datang dengan menggunakan dua bus kota dan puluhan sepeda motor. Mahasiswa juga membawa spanduk dan keranda mayat serta foto Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.

Sempat terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan petugas Satpol PP Pemkab OI lantaran mahasiswa berusaha masuk untuk bertemu Plt Bupati OI Ilyas Panji Alam.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Khairunnas beserta perwakilan mahasiswa diizinkan berdialog dengan Pemkab OI yakni Asisten I, Wilson dan pejabat lainnya.

Usai menggelar pertemuan, mahasiswa membakar keranda mayat dan foto Jokowi-JK tanpa dihalau oleh pihak keamanan.

Presma Unsri Khairunnas mengatakan, Aliansi Pemuda Sriwijaya bertepatan dengan Sumpah Pemuda menuntut kepada Pemkab OI untuk merealisasi janji Jokowi-JK serta efektifkan 12 paket kebijakan ekonomi Jokowi-JK.

“Kita juga minta realisasikan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan nawacita Jokowi-JK,” ungkapnya.

Presma Unsri menambahkan, pihaknya menuntut Pemkab OI untuk merealisasikan pembangunan OI yang layak dan merata. Selain itu menjadikan OI aman, nyaman dan demokratis.

“Kita sudah lakukan tandatangan dengan pihak Pemkab OI dan nanti kita akan tagih janjinya Kalau tidak, kami akan demo besar-besaran,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Pemkab OI, Asisten I, Wilson mengatakan, pihaknya akan menyerap asipirasi mahasiswa dan akan ditindaklanjuti.

“Ini sebagai masukan untuk Pemkab. Kita akan menggelar rapat dengan Plt Bupati dan akan ditindaklanjuti,” singkatnya. (EL)