PALEMBANG,HS – Berangkat dari hal Sumsel minim prestasi renang, bahkan pada kejuaraan nasional bulan lalu, Sumsel dipermalukan di rumah sendiri lantaran tak mampu meraih medali pihak Pengurus Provinsi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sumsel terus melakukan akselerasi bagaimana mendongkrak prestasi renang di Sumsel. Apalagi, telah memiliki Aqutic Venue yang bersandar Internasional.

“Tahun lalu saya pernah menjanjikan pelatih asing, tapi biaya sangat mahal. Nah tahun kita upayakan yang tak begitu mahal tapi kualitas tak kalah saing,” ujar Ketua Umum PRSI Sumsel dan sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs. Widodo, M.Pd kemarin.

Sambung Widodo, pihaknya telah memilih pelatih asal China yang akan dikontrak untuk membantu mendongkrak prestasi PON. Apalagi, jelang PON 2020 di Papua mendatang. Pria yang juga Kepala Dinas Pendidikan Sumsel ini memastikan selambat-lambatnya pelatih asing tersebut akan memperkuat Sumsel pada Maret 2018 mendatang. Saat ini sendiri, nama pelatih tersebut masih belum bisa disebutkan.

“Kita sedang upayakan biaya untuk itu, kita memilih kontrak pelatih dibawah Rp20 juta sebulan. Ya, Maret tahun depan targetnya sudah melatih di Sumsel,”jelasnya.

Lantas bagaimana dengan pelatih renang Sumsel saat ini, Catrine Kalalo? Disinggung mengenai hal tersebut, Widodo menyatakan bahwa nantinya masih diperbantukan jika pelatih asing sudah dikontrak.

Widodo menegaskan bahwa para pelajar adalah masa yang tepat untuk menggali potensi, dalam hal ini bidang renang. Oleh karena itu dirinya mengimbau agar main sport ini menjadi hobi sehingga akan memacu keahlian. Namun demikian dirinya mengakui bahwa yang paling sulit adalah venue renang bagi pelajar jika akan latihan, sebut saja ekstrakurikuler.

“Apalagi memasukkan program wajib dalam sekolah, tentu ini akan banyak pertimbangan mengingat venue. Hanya saja mungkin kita sifatnya mengimbau karena dari pelajar ini awal muncul atlet-atlit muda yang bisa membawa harum nama provinsi di kancah olahraga, “tegasnya (HSN)